Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di seluruh daerah di Indonesia, Menteri Pendidikan Nasional, M. Nuh memberikan pesan dalam memaknai HARDIKNAS di seluruh Indonesia Adapun pesan yang disampaikan oleh Mendiknas terkait hari Pendidikan Nasional terdiri dari 3 makna. Seperti halnya yang disampaikan dalam upacara HARDIKNAS pagi tadi di Balaikota Surakarta.
Dalam surat yang berisi pesan Menteri M.Nuh mengemukakan ketiga makna tersebut, bahwa makna yang pertama adalah HARDIKNAS merupakan momentum untuk merenungkan dan merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah di lalui, hal ini terkait dengan cita-cita awal lahirnya HARDIKNAS. Makna yang kedua menurut M.Nuh adalah adanya upaya di dalam menjalankan berbagai program pendidikan saat ini untuk menatap masa depan yang lebih baik dan menjamin pelayanan secara non-diskriminatif.
Sementara makna yang ketiga adalah bagaimana kita para generasi penerus untuk memperspektifkan apa yang telah dan sedang dilakukan untuk masa depan yang lebih baik, sebagaimana yang telah dicantumkan dalam konstitusi negara kta serta diamankan pula dalam sistem perundangan, dalam upaya mencerdaskan bangsa secara utuh.
Ketiga makna tersebut merupakan pesan dari Mendiknas M. Nuh dalam suratnya melalui pemerintah daerah yang menggelar upacara HARDIKNAS.
In commemoration of National Education Day held in all regions in Indonesia, Minister of National Education, M. Noah gives a message of understanding of the entire Indonesian Education Day at The messages conveyed by the relevant Minister of National Education today consists of three meanings. Just as conveyed in Education Day ceremony at City Hall this morning Surakarta.
In the letter containing the message Minister M. Nuh third argued that meaning, that meaning the first is Education Day is a momentum to ponder and reflect on ourselves to travel and long strides that have been through, it is associated with the ideals of the early emergence of Education Day. The second meaning by M. Noah was the effort in running various educational programs currently looking for a better future and guarantee non-discriminatory service.
While the meaning of the third is how we are the next generation to memperspektifkan what has been and is being done for a better future, as has been included in the KTA state constitution and also secured in the legislation system, in order to achieve the nation as a whole.
The third meaning is the message from Education Minister M. Noah in his letter through the local government held a ceremony of Education Day.
Minggu, 06 Juni 2010
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei setiap tahunnya diperingati oleh pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional. Peringatan Hardiknas ini juga dilaksanakan di seluruh daerah, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Untuk menghilangkan image negative dari masyarakat khususnya kalangan orang tua murid yang tidak mampu, bahwa acara peringatan tersebut hanya akal-akalan dan menghabiskan anggaran, biasanya acara peringatan ini dikemas dengan label “syukuran”.
Bertepatan dengan hari pendidikan tersebut, diberbagai daerah tanah air kita juga terjadi aksi demonstrasi yang dilakukan bebagai kalangan khususnya mahasiswa dan aktivis yang peduli terhadap kelangsungan pendidikan di Indonesia. Tuntutan para demonstran pada hari pendidikan tahun ini kebanyakan adalah penghapusan komersialisasi pendidikan dan menagih janji pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera merealisasikan yang diucapkannya pada saat kampanye Pilpres tahun 2004 yang lalu, yaitu akan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% jika terpilih menjadi presiden.
Masih pada bulan Mei 2005 ini, kita juga dibuat terkejut, sedih bercampur malu membaca berita yang dimuat berbagai media massa tentang kasus bunuh diri seorang siswa akibat orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolah. Kita yakin, semua pihak pasti setuju bahkan sangat mengharapkan peningkatan anggaran untuk sector pendidikan segera direalisasikan. Lalu, benarkan jika pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN segala persoalan pendidikan selama ini dapat teratasi dan kasus bunuh diri siswa diatas tidak terulang lagi ?. Dan siapa yang bisa menjamin bahwa anggaran sebesar itu tidak akan lagi dicuri oleh “Gerombolan Maling” yang masih banyak dan bebas berkeliaran di negeri ini ?.
Besarnya jumlah anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan bukanlah suatu jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang murah, apalagi gratis. Bahkan jika penegakan hukum di negeri ini masih tetap seperti “sarang laba-laba” mungkin keinginan untuk memperoleh pendidikan gratis tersebut hanya akan tetap merupakan sebuah wacana atau hanya akan ada di dalam mimpi belaka.
Sebagai gambaran bahwa besarnya anggaran untuk sector pendidikan bukanlah jaminan persoalan pendidikan dapat teratasi, pada tahun 2004 lalu Pemerintah Kabupaten Langkat telah mengalokasikan dana untuk sector pendidikan yang bersumber dari Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 184.511.123.000,- atau sekitar 43 % dari Total APBD Langkat yaitu Rp. 421.574.725.000,- Dari jumlah tersebut, Rp.162.608.859.000,- adalah untuk belanja aparatur daerah pada Pos TK/SDN/SLTPN/SMUN/SMKN. Bukankah anggaran tersebut cukup besar jika dilihat secara umum ?. Lalu dapatkah masyarakat Kabupaten Langkat menikmati pendidikan yang murah tapi bermutu ?. Belum tentu, sebab ternyata di daerah ini masih banyak ditemukan anak usia sekolah yang tidak bersekolah (putus sekolah) disebabkan ekonomi orangtuanya yang tidak mampu.
Biaya pendidikan di sekolah pemerintah dan sekolah yang dikelola oleh swasta di Kabupaten Langkat sama mahalnya, sebab pada kenyataannya sama-sama dikomersialisasikan. Walaupun pemerintah melalui dinas pendidikan telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar, tapi komersialisasi pendidikan tetap berjalan seperti tidak mendapatkan hambatan. Bahkan jika kita teliti secara lebih mendalam akan ditemukan indikasi kebocoran anggaran yang sangat besar di dinas ini. Semakin besar anggaran yang dialokasikan, maka semakin besar tingkat kebocoran tersebut. Tidaklah heran jika banyak yang berasumsi bahwa di dinas ini telah terjadi “Korupsi ganda”.
Hal seperti ini dapat kita lihat pada saat dilangsungkannya Ujian Akhir Sekolah (UAS) atau Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun lalu. Tidak ada satu sekolahpun yang mengakui bahwa mereka telah mengutip uang ujian, sebab hal tersebut dilarang oleh Dinas pendidikan. Tapi para siswa mengaku membayar uang ujian dan dibebankan membayar uang perpisahan yang jumlahnya kadangkala mencapai puluhan bahkan ratusan ribu rupiah. Padahal masih berdasarkan APBD Langkat TA.2004 Dinas pendidikan daerah ini telah mengalokasikan anggaran untuk UAS sebesar Rp. 1.290.237.500,-. Jumlah tersebut adalah untuk biaya pelaksanaan UAS 46.431 siswa yang terdiri dari 6069 siswa SMU, 16.022 siswa SLTP/MTs, 3340 siswa SMK dan 21.000 siswa SD. Anggaran ini meliputi biya cetak lembar jawaban dan soal, biaya transport monitoring UAS dan biaya untuk koreksi ujian.
Dari jumlah tersebut juga diketahui bahwa biaya UAS satu orang siswa adalah Rp.37.500,- untuk siswa SMU, Rp. 30.000,- untuk SLTP/MTs, Rp. 48.500,- untuk SMK dan Rp.21.500, untuk SD. Disamping itu Dinas Pendidikan Langkat juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 499.880.000,- untuk pembelian buku paket IPA, IPS dan Matematika khusus untuk siswa Sekolah Dasar. Namun ternyata semua siswa SD tetap dibebani dengan biaya pembelian buku paket yang harganya mencapai Rp.100.000,-/siswa.
Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia salah satunya adalah diakibatkan buruknya system manajerial dan besarnya tingkat kebocoran anggaran . Ditambah dengan banyaknya jumlah guru yang tidak memenuhi kualifikasi menyebabkan pendidikan di negeri ini “bagai cahaya lilin yang hampir padam”. Berdasarkan data dari Direktur Tenaga Kependidikan (Ditendik) Dikdasmen Depdiknas tahun 2004, tercatat guru SD, SLTP dan SMU yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan minimal sebanyak 991.243 guru atau 45,96%. Sementara yang memenuhi kualifikasi pendidikan minimal 1.165.354 orang atau 50,04% dari total 2.156.597 guru diseluruh Indonesia. Jadi tidaklah salah jika Amidhan, salah seorang anggota Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran, bahkan telah sampai pada situasi krisis.
Uraian di atas mungkin dapat menjadikan gambaran bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan di negeri kita. Jadi, peringatan Hardiknas yang dilaksanakan oleh berbagai daerah terutama Dinas pendidikan tahun ini dan dikemas dengan label “syukuran” mungkin menjadi peringatan Hardiknas yang “Kehilangan makna” dan hanya sekedar “seremoni” belaka. Dan masih yakinkah kita bahwa alokasi anggaran sebesar 20% dari APBN dapat menyelesaikan persoalan di bidang pendidikan ?. Bagaimana menurut anda ?. Salam
National Education Day (Education Day) on May 2 is celebrated annually by the government especially the Ministry of National Education. Education Day commemoration was also carried out in all regions, both provincial and district levels. To eliminate negative image of the community especially among parents who can not afford, that the commemoration is only a trick and spent the budget, this commemoration is usually packaged with the label "thanksgiving".
Coinciding with a day of education, the various areas of our country also happens bebagai demonstrations conducted among university students and activists who care about the continuity of education in Indonesia. Demands of the demonstrators on the day of this year's education is the elimination of most of the commercialization of education and government promise President Susilo Bambang Yudhoyono to immediately realize what he was saying at the time of election campaign in 2004, which would allocate the education budget by 20% if elected president.
Still in May 2005, we also made a surprise, sadness mingled with embarrassment to read news that was published in the national media about the suicide of a student because her parents can not afford to pay school fees. We believe all parties would agree, even so expect increased budgets for the education sector from reality. Then, justified if the government allocates the budget for education amounted to 20% of the national budget for all education problems can be overcome and the above student suicides did not happen again?. And who can guarantee that the budget for it will no longer be stolen by the "gang Burglar" still a lot and roam freely in this country?.
The magnitude of the budget allocated to education is not a guarantee for the public to get a cheap education, let alone free. Even if law enforcement in this country still remain as "cobwebs" may desire to obtain free education will only remain a discourse or just be there in the dream.
As an illustration that the magnitude of the budget for education sector is no guarantee of educational issues can be resolved, in the year 2004 and Langkat District Government has allocated funds for the education sector budget revenues derived from local expenditure (budget) amounted to USD. 184 511 123 000, - or about 43% of the total budget of Rp Langkat. 421 574 725 000, - Of this amount, Rp.162.608.859.000, - is for the local apparatus on Post Kindergarten / Elementary School / Junior High School level / SMUN / smkn. Was not a big enough budget when seen in general?. Then the public can enjoy Langkat a cheap but quality education?. Not necessarily, because it turns out in this area there are still many school-age children not attending school (school dropout) caused by parents who can not afford economic.
The cost of education in government schools and schools run by private Langkat as expensive, because in reality are equally commercialized. Although the government through the education department has allocated a big enough budget, but the commercialization of education continues to run like not getting resistance. Even if we are meticulous in more depth will be found indications of a very large budget leak in this department. The bigger the budget allocated, the greater the level of the leak. It is no wonder that many who assume that the bureau has occurred "double Corruption."
Things like this can be seen at the time dilangsungkannya SLC School (UAS) or the National Final Examination (UAN) last year. No single sekolahpun who admitted that they had been quoting the money test, because it is prohibited by the Department of Education. But the students admitted paying the money to pay the exam and the charged amount of separation that sometimes reach tens or even hundreds of thousands of dollars. Though still based on Department of Education Budgets TA.2004 Langkat this area has been allocated a budget for the UAS of Rp. 1290237500, -. This amount is for fees of the UAS 46 431 students consisting of 6069 high school students, 16 022 students Junior High, 3340 vocational students and 21,000 elementary students. This budget includes Biya and the answer sheets printed matter, monitoring the transport costs and costs for corrections UAS test.
From this amount is also known that the final cost of one student is Rp.37.500, - for high school students, Rp. 30 000 - for Junior High, USD. 48 500, - for PMS and Rp.21.500, for SD. In addition Langkat Education Department also allocated a budget of Rp. 499 880 000, - for the purchase of textbooks science, social studies and mathematics for elementary school students. But apparently all elementary school students remain burdened with the cost of purchasing books priced up to Rp 100,000, -/siswa.
The low quality of education in Indonesia, one of which is due to poor managerial systems and the level of the budget leak. Coupled with the large number of teachers who do not qualify cause of education in this country "like a candle that lights are going out." Based on data from the Director of Education Workforce (Ditendik) Dikdasmen Education Ministry in 2004, there were elementary school teachers, junior high and high school who do not meet the minimum educational qualification of teachers as much as 991 243 or 45.96%. Meanwhile, those who meet the minimum educational qualification of 1,165,354 people or 50.04% of the total of 2,156,597 teachers across Indonesia. So it is not wrong if Amidhan, a member of the National Commission on Human Rights (Komnas HAM) said that in the last few years of education in Indonesia has experienced a setback, even had reached a crisis situation.
The above description may make the picture of how the actual condition of education in our country. Thus, the Education Day commemoration held by the various areas, especially education office this year and is packaged with the label "thanksgiving" Education Day may be a warning that "Loss of meaning" and just "ceremonial" mere. And still we are sure that the budget allocation amounting to 20% of the state budget to resolve the problems in education?. How do you think?. Greeting
Bertepatan dengan hari pendidikan tersebut, diberbagai daerah tanah air kita juga terjadi aksi demonstrasi yang dilakukan bebagai kalangan khususnya mahasiswa dan aktivis yang peduli terhadap kelangsungan pendidikan di Indonesia. Tuntutan para demonstran pada hari pendidikan tahun ini kebanyakan adalah penghapusan komersialisasi pendidikan dan menagih janji pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera merealisasikan yang diucapkannya pada saat kampanye Pilpres tahun 2004 yang lalu, yaitu akan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% jika terpilih menjadi presiden.
Masih pada bulan Mei 2005 ini, kita juga dibuat terkejut, sedih bercampur malu membaca berita yang dimuat berbagai media massa tentang kasus bunuh diri seorang siswa akibat orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolah. Kita yakin, semua pihak pasti setuju bahkan sangat mengharapkan peningkatan anggaran untuk sector pendidikan segera direalisasikan. Lalu, benarkan jika pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN segala persoalan pendidikan selama ini dapat teratasi dan kasus bunuh diri siswa diatas tidak terulang lagi ?. Dan siapa yang bisa menjamin bahwa anggaran sebesar itu tidak akan lagi dicuri oleh “Gerombolan Maling” yang masih banyak dan bebas berkeliaran di negeri ini ?.
Besarnya jumlah anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan bukanlah suatu jaminan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang murah, apalagi gratis. Bahkan jika penegakan hukum di negeri ini masih tetap seperti “sarang laba-laba” mungkin keinginan untuk memperoleh pendidikan gratis tersebut hanya akan tetap merupakan sebuah wacana atau hanya akan ada di dalam mimpi belaka.
Sebagai gambaran bahwa besarnya anggaran untuk sector pendidikan bukanlah jaminan persoalan pendidikan dapat teratasi, pada tahun 2004 lalu Pemerintah Kabupaten Langkat telah mengalokasikan dana untuk sector pendidikan yang bersumber dari Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 184.511.123.000,- atau sekitar 43 % dari Total APBD Langkat yaitu Rp. 421.574.725.000,- Dari jumlah tersebut, Rp.162.608.859.000,- adalah untuk belanja aparatur daerah pada Pos TK/SDN/SLTPN/SMUN/SMKN. Bukankah anggaran tersebut cukup besar jika dilihat secara umum ?. Lalu dapatkah masyarakat Kabupaten Langkat menikmati pendidikan yang murah tapi bermutu ?. Belum tentu, sebab ternyata di daerah ini masih banyak ditemukan anak usia sekolah yang tidak bersekolah (putus sekolah) disebabkan ekonomi orangtuanya yang tidak mampu.
Biaya pendidikan di sekolah pemerintah dan sekolah yang dikelola oleh swasta di Kabupaten Langkat sama mahalnya, sebab pada kenyataannya sama-sama dikomersialisasikan. Walaupun pemerintah melalui dinas pendidikan telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar, tapi komersialisasi pendidikan tetap berjalan seperti tidak mendapatkan hambatan. Bahkan jika kita teliti secara lebih mendalam akan ditemukan indikasi kebocoran anggaran yang sangat besar di dinas ini. Semakin besar anggaran yang dialokasikan, maka semakin besar tingkat kebocoran tersebut. Tidaklah heran jika banyak yang berasumsi bahwa di dinas ini telah terjadi “Korupsi ganda”.
Hal seperti ini dapat kita lihat pada saat dilangsungkannya Ujian Akhir Sekolah (UAS) atau Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun lalu. Tidak ada satu sekolahpun yang mengakui bahwa mereka telah mengutip uang ujian, sebab hal tersebut dilarang oleh Dinas pendidikan. Tapi para siswa mengaku membayar uang ujian dan dibebankan membayar uang perpisahan yang jumlahnya kadangkala mencapai puluhan bahkan ratusan ribu rupiah. Padahal masih berdasarkan APBD Langkat TA.2004 Dinas pendidikan daerah ini telah mengalokasikan anggaran untuk UAS sebesar Rp. 1.290.237.500,-. Jumlah tersebut adalah untuk biaya pelaksanaan UAS 46.431 siswa yang terdiri dari 6069 siswa SMU, 16.022 siswa SLTP/MTs, 3340 siswa SMK dan 21.000 siswa SD. Anggaran ini meliputi biya cetak lembar jawaban dan soal, biaya transport monitoring UAS dan biaya untuk koreksi ujian.
Dari jumlah tersebut juga diketahui bahwa biaya UAS satu orang siswa adalah Rp.37.500,- untuk siswa SMU, Rp. 30.000,- untuk SLTP/MTs, Rp. 48.500,- untuk SMK dan Rp.21.500, untuk SD. Disamping itu Dinas Pendidikan Langkat juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 499.880.000,- untuk pembelian buku paket IPA, IPS dan Matematika khusus untuk siswa Sekolah Dasar. Namun ternyata semua siswa SD tetap dibebani dengan biaya pembelian buku paket yang harganya mencapai Rp.100.000,-/siswa.
Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia salah satunya adalah diakibatkan buruknya system manajerial dan besarnya tingkat kebocoran anggaran . Ditambah dengan banyaknya jumlah guru yang tidak memenuhi kualifikasi menyebabkan pendidikan di negeri ini “bagai cahaya lilin yang hampir padam”. Berdasarkan data dari Direktur Tenaga Kependidikan (Ditendik) Dikdasmen Depdiknas tahun 2004, tercatat guru SD, SLTP dan SMU yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan minimal sebanyak 991.243 guru atau 45,96%. Sementara yang memenuhi kualifikasi pendidikan minimal 1.165.354 orang atau 50,04% dari total 2.156.597 guru diseluruh Indonesia. Jadi tidaklah salah jika Amidhan, salah seorang anggota Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran, bahkan telah sampai pada situasi krisis.
Uraian di atas mungkin dapat menjadikan gambaran bagaimana sebenarnya kondisi pendidikan di negeri kita. Jadi, peringatan Hardiknas yang dilaksanakan oleh berbagai daerah terutama Dinas pendidikan tahun ini dan dikemas dengan label “syukuran” mungkin menjadi peringatan Hardiknas yang “Kehilangan makna” dan hanya sekedar “seremoni” belaka. Dan masih yakinkah kita bahwa alokasi anggaran sebesar 20% dari APBN dapat menyelesaikan persoalan di bidang pendidikan ?. Bagaimana menurut anda ?. Salam
National Education Day (Education Day) on May 2 is celebrated annually by the government especially the Ministry of National Education. Education Day commemoration was also carried out in all regions, both provincial and district levels. To eliminate negative image of the community especially among parents who can not afford, that the commemoration is only a trick and spent the budget, this commemoration is usually packaged with the label "thanksgiving".
Coinciding with a day of education, the various areas of our country also happens bebagai demonstrations conducted among university students and activists who care about the continuity of education in Indonesia. Demands of the demonstrators on the day of this year's education is the elimination of most of the commercialization of education and government promise President Susilo Bambang Yudhoyono to immediately realize what he was saying at the time of election campaign in 2004, which would allocate the education budget by 20% if elected president.
Still in May 2005, we also made a surprise, sadness mingled with embarrassment to read news that was published in the national media about the suicide of a student because her parents can not afford to pay school fees. We believe all parties would agree, even so expect increased budgets for the education sector from reality. Then, justified if the government allocates the budget for education amounted to 20% of the national budget for all education problems can be overcome and the above student suicides did not happen again?. And who can guarantee that the budget for it will no longer be stolen by the "gang Burglar" still a lot and roam freely in this country?.
The magnitude of the budget allocated to education is not a guarantee for the public to get a cheap education, let alone free. Even if law enforcement in this country still remain as "cobwebs" may desire to obtain free education will only remain a discourse or just be there in the dream.
As an illustration that the magnitude of the budget for education sector is no guarantee of educational issues can be resolved, in the year 2004 and Langkat District Government has allocated funds for the education sector budget revenues derived from local expenditure (budget) amounted to USD. 184 511 123 000, - or about 43% of the total budget of Rp Langkat. 421 574 725 000, - Of this amount, Rp.162.608.859.000, - is for the local apparatus on Post Kindergarten / Elementary School / Junior High School level / SMUN / smkn. Was not a big enough budget when seen in general?. Then the public can enjoy Langkat a cheap but quality education?. Not necessarily, because it turns out in this area there are still many school-age children not attending school (school dropout) caused by parents who can not afford economic.
The cost of education in government schools and schools run by private Langkat as expensive, because in reality are equally commercialized. Although the government through the education department has allocated a big enough budget, but the commercialization of education continues to run like not getting resistance. Even if we are meticulous in more depth will be found indications of a very large budget leak in this department. The bigger the budget allocated, the greater the level of the leak. It is no wonder that many who assume that the bureau has occurred "double Corruption."
Things like this can be seen at the time dilangsungkannya SLC School (UAS) or the National Final Examination (UAN) last year. No single sekolahpun who admitted that they had been quoting the money test, because it is prohibited by the Department of Education. But the students admitted paying the money to pay the exam and the charged amount of separation that sometimes reach tens or even hundreds of thousands of dollars. Though still based on Department of Education Budgets TA.2004 Langkat this area has been allocated a budget for the UAS of Rp. 1290237500, -. This amount is for fees of the UAS 46 431 students consisting of 6069 high school students, 16 022 students Junior High, 3340 vocational students and 21,000 elementary students. This budget includes Biya and the answer sheets printed matter, monitoring the transport costs and costs for corrections UAS test.
From this amount is also known that the final cost of one student is Rp.37.500, - for high school students, Rp. 30 000 - for Junior High, USD. 48 500, - for PMS and Rp.21.500, for SD. In addition Langkat Education Department also allocated a budget of Rp. 499 880 000, - for the purchase of textbooks science, social studies and mathematics for elementary school students. But apparently all elementary school students remain burdened with the cost of purchasing books priced up to Rp 100,000, -/siswa.
The low quality of education in Indonesia, one of which is due to poor managerial systems and the level of the budget leak. Coupled with the large number of teachers who do not qualify cause of education in this country "like a candle that lights are going out." Based on data from the Director of Education Workforce (Ditendik) Dikdasmen Education Ministry in 2004, there were elementary school teachers, junior high and high school who do not meet the minimum educational qualification of teachers as much as 991 243 or 45.96%. Meanwhile, those who meet the minimum educational qualification of 1,165,354 people or 50.04% of the total of 2,156,597 teachers across Indonesia. So it is not wrong if Amidhan, a member of the National Commission on Human Rights (Komnas HAM) said that in the last few years of education in Indonesia has experienced a setback, even had reached a crisis situation.
The above description may make the picture of how the actual condition of education in our country. Thus, the Education Day commemoration held by the various areas, especially education office this year and is packaged with the label "thanksgiving" Education Day may be a warning that "Loss of meaning" and just "ceremonial" mere. And still we are sure that the budget allocation amounting to 20% of the state budget to resolve the problems in education?. How do you think?. Greeting
Makna Hari Pendidikan Nasional - Majukan Bangsa Indonesia Melalui Pendidikan
Mon, 27/04/2009 - 4:16pm — mouly
Tanggal 2 Mei 2009 mempunyai arti penting dalam kancah pendidikan nasional Indonesia. Memasuki abad 21 ini, pendidikan mempunyai arah tujuan yang jelas, yaitu memartabatkan manusia Indonesia di kancah internasional. Begitu juga baru saja bagi siswa-siswa SMA / MA, SMK, SMP/MTs dan di susul siswa SD/MI melaksanakan ujian nasional serta UASBN.
Namun begitu, dalam benak kita pendidikan di negeri ini belum beranjak melaju pesat menuju mutu yang memuaskan. Bila mau menengok ke belakang, ketika kemarin usai melaksanakan Ujian Nasional pada pelajaran matematika bagi siswa SMA/MA/SMK, raut wajah mereka banyak mengalami kekhawatiran akan hasil yang di capai dalam ujian tersebut. Harus seperti apakah yang bisa dilaksanakan oleh instuisi pendidikan kita? Apakah ini merupakan proses belajar yang salah ataukah kurang bergairahnya para siswa dalam mengikuti proses pendidikan setiap hari sehingga dikatakan gagal dalam pendidikan ?
Pada dasa warsa tahun 70 atau 80 -an para orang tua kita dalam sekolah mereka cerdas-cerdas. Padahal secara umum sarana prasarana masih sangat kekurangan. Kemudian di banding sekarang ini antara tahun 90 - 2000-an, rata-rata siswa mengeluh terhadap sulitnya pendidikan kita. Apa yang menjadi masalah dalam masalah ini ?
Tujuan pemerintah menaikkan rata-rata hasil UN 5,5 bisa sangat difahami untuk menaikkan rating mutu pendidikan nasional. Namun banyak fihak yang menganggap bahwa hal tersebut sangat memberatkan siswa. Kembali lagi, sebuah proses belajar yang salah, gagal memotivasi siswa atau kemauan siswa yang tidak semangat dalam belajar ?
Perubahan Zaman
Bila dikaji lebih jauh, kondisi tahun 70-80 an merupakan masa-masa pergerakan menuju perbaikan kondisi Indonesia. Semangat mereka sangat tinggi untuk mencapai rasa sukses dalam pendidikan. Lebih jauh jagi kalau menegok tahun sebelum tahun 70-an. Mereka sangat luar biasa dalam belajar. Berhitung tanpa alatb bantu mereka mampu. Beranjak ke tahun 70 - 2000 -an, siswa tanpa alat bantu sangat sulit untuk berhitung.
Perkembangan teknologi sangat berpengaruh bagi siswa-siswi di masa sekarang ini. Yang mengembangkan teknologi sekarang ini juga merupakan produk pendidikan tahun 60-80an. Berarti, bisa dikatakan bahwa siswa masa itu lebih brilian semangatnya dibanding masa sekarang ini.
Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, bahwa permasalahan lemahnya semangat para siswa harus disikapi secara serius oleh semua fihak baik para orang tua siswa, para teknisi pendidikan dan pemerintah. Ada baiknya duduk dalam satu meja untuk mencari formula yang tepat dalam memajukan pendidikan nasional. Apabila di ajak secara langsung membahas tentang hal itu, lebih baik dan masing-masing mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan.
Melalui Hari Pendidikan Nasional tahun ini, harus bertekat untuk memajukan bangsa Indonesia melalui jalur Pendidikan..
Meaning of National Education Day - promote Indonesian Nation Through Education
Mon, 27/04/2009 - 4:16 pm - mouly
May 2, 2009 Date of significant importance in the Indonesian national education arena. Entering the 21st century, education has a clear direction of purpose, namely human memartabatkan Indonesia in the international arena. So also just for students SMA / MA, vocational, junior high school students and in one after another primary school and UASBN implement a national exam.
However, in our minds of education in this country has not moved rapidly moving towards a satisfactory quality. When you want to look back, when yesterday after carrying out the National Examination for students in high school math / MA / SMK, they face many experienced fears that the results achieved in these exams. Should look like what can be accomplished by instuisi our education? Is this a process of learning the wrong or less stimulation of the students in participating in the educational process so that each day is said to fail in education?
In the decade of 70 or 80 of our parents in their school smart-smart. Whereas the general infrastructure is still very deficient. Later in this appeal is now between the years 90-2000's, the average student complained to the difficulty of our education. What is at issue in this problem?
Government aim to increase an average 5.5 national examination results can be understood to raise the rating of the quality of national education. However, many parties who consider that it is very burdensome to students. Back again, a process of learning the wrong, will fail to motivate students or students who are not in the spirit of learning?
Age Changes
When examined further, the condition of a 70-80 year period the movement toward improved conditions in Indonesia. Their morale is very high to achieve a sense of success in education. Furthermore jagi if menegok years before the 70s. They are very unusual in the study. Arithmetic without alatb able to help them. Moving into the year 70-2000's, students without a hearing aid is very difficult to calculate.
Technological development is very influential for the students at the present time. Who developed the technology today is also an educational product in 60-80s. Means, it can be said that the students were more brilliant than the spirit of today.
Back again on the day of National Education, that the problem of lack of enthusiasm the students have to be addressed seriously by all parties both parents of students, technicians and government education. It's good to sit in one table to find the right formula in promoting national education. If the invite directly to discuss about it, better and each has a sense of responsibility to respond to the challenges this nation forward in developing a more advanced education in Indonesia, dignity and equal with other nations in science.
Through the National Education Day this year, have determined to promote the Indonesian people through the Education ..
Mon, 27/04/2009 - 4:16pm — mouly
Tanggal 2 Mei 2009 mempunyai arti penting dalam kancah pendidikan nasional Indonesia. Memasuki abad 21 ini, pendidikan mempunyai arah tujuan yang jelas, yaitu memartabatkan manusia Indonesia di kancah internasional. Begitu juga baru saja bagi siswa-siswa SMA / MA, SMK, SMP/MTs dan di susul siswa SD/MI melaksanakan ujian nasional serta UASBN.
Namun begitu, dalam benak kita pendidikan di negeri ini belum beranjak melaju pesat menuju mutu yang memuaskan. Bila mau menengok ke belakang, ketika kemarin usai melaksanakan Ujian Nasional pada pelajaran matematika bagi siswa SMA/MA/SMK, raut wajah mereka banyak mengalami kekhawatiran akan hasil yang di capai dalam ujian tersebut. Harus seperti apakah yang bisa dilaksanakan oleh instuisi pendidikan kita? Apakah ini merupakan proses belajar yang salah ataukah kurang bergairahnya para siswa dalam mengikuti proses pendidikan setiap hari sehingga dikatakan gagal dalam pendidikan ?
Pada dasa warsa tahun 70 atau 80 -an para orang tua kita dalam sekolah mereka cerdas-cerdas. Padahal secara umum sarana prasarana masih sangat kekurangan. Kemudian di banding sekarang ini antara tahun 90 - 2000-an, rata-rata siswa mengeluh terhadap sulitnya pendidikan kita. Apa yang menjadi masalah dalam masalah ini ?
Tujuan pemerintah menaikkan rata-rata hasil UN 5,5 bisa sangat difahami untuk menaikkan rating mutu pendidikan nasional. Namun banyak fihak yang menganggap bahwa hal tersebut sangat memberatkan siswa. Kembali lagi, sebuah proses belajar yang salah, gagal memotivasi siswa atau kemauan siswa yang tidak semangat dalam belajar ?
Perubahan Zaman
Bila dikaji lebih jauh, kondisi tahun 70-80 an merupakan masa-masa pergerakan menuju perbaikan kondisi Indonesia. Semangat mereka sangat tinggi untuk mencapai rasa sukses dalam pendidikan. Lebih jauh jagi kalau menegok tahun sebelum tahun 70-an. Mereka sangat luar biasa dalam belajar. Berhitung tanpa alatb bantu mereka mampu. Beranjak ke tahun 70 - 2000 -an, siswa tanpa alat bantu sangat sulit untuk berhitung.
Perkembangan teknologi sangat berpengaruh bagi siswa-siswi di masa sekarang ini. Yang mengembangkan teknologi sekarang ini juga merupakan produk pendidikan tahun 60-80an. Berarti, bisa dikatakan bahwa siswa masa itu lebih brilian semangatnya dibanding masa sekarang ini.
Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, bahwa permasalahan lemahnya semangat para siswa harus disikapi secara serius oleh semua fihak baik para orang tua siswa, para teknisi pendidikan dan pemerintah. Ada baiknya duduk dalam satu meja untuk mencari formula yang tepat dalam memajukan pendidikan nasional. Apabila di ajak secara langsung membahas tentang hal itu, lebih baik dan masing-masing mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan.
Melalui Hari Pendidikan Nasional tahun ini, harus bertekat untuk memajukan bangsa Indonesia melalui jalur Pendidikan..
Meaning of National Education Day - promote Indonesian Nation Through Education
Mon, 27/04/2009 - 4:16 pm - mouly
May 2, 2009 Date of significant importance in the Indonesian national education arena. Entering the 21st century, education has a clear direction of purpose, namely human memartabatkan Indonesia in the international arena. So also just for students SMA / MA, vocational, junior high school students and in one after another primary school and UASBN implement a national exam.
However, in our minds of education in this country has not moved rapidly moving towards a satisfactory quality. When you want to look back, when yesterday after carrying out the National Examination for students in high school math / MA / SMK, they face many experienced fears that the results achieved in these exams. Should look like what can be accomplished by instuisi our education? Is this a process of learning the wrong or less stimulation of the students in participating in the educational process so that each day is said to fail in education?
In the decade of 70 or 80 of our parents in their school smart-smart. Whereas the general infrastructure is still very deficient. Later in this appeal is now between the years 90-2000's, the average student complained to the difficulty of our education. What is at issue in this problem?
Government aim to increase an average 5.5 national examination results can be understood to raise the rating of the quality of national education. However, many parties who consider that it is very burdensome to students. Back again, a process of learning the wrong, will fail to motivate students or students who are not in the spirit of learning?
Age Changes
When examined further, the condition of a 70-80 year period the movement toward improved conditions in Indonesia. Their morale is very high to achieve a sense of success in education. Furthermore jagi if menegok years before the 70s. They are very unusual in the study. Arithmetic without alatb able to help them. Moving into the year 70-2000's, students without a hearing aid is very difficult to calculate.
Technological development is very influential for the students at the present time. Who developed the technology today is also an educational product in 60-80s. Means, it can be said that the students were more brilliant than the spirit of today.
Back again on the day of National Education, that the problem of lack of enthusiasm the students have to be addressed seriously by all parties both parents of students, technicians and government education. It's good to sit in one table to find the right formula in promoting national education. If the invite directly to discuss about it, better and each has a sense of responsibility to respond to the challenges this nation forward in developing a more advanced education in Indonesia, dignity and equal with other nations in science.
Through the National Education Day this year, have determined to promote the Indonesian people through the Education ..
TEKS SAMBUTAN REKTOR UM
PADA UPACARA PERINGATAN HARDIKNAS
TANGGAL 3 MEI 2010
Yth. Para Anggota Senat UM
Ysh. Para Pejabat di Lingkungan UM
Ysh. Ketua Korpri dan Segenap Jajaran Pengurus Korpri UM
Ysh. Para Dosen dan Segenap Karyawan UM
Ysh. Para Mahasiswa
Serta Hadirin yang saya muliakan
Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Robbi, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Marilah keempatan yang baik ini kita gunakan pula untuk mengadakan silaturahim kekeluargaan sejawat di lembaga yang kita cintai ini.
Hadirin yang saya hormati!
Dalam Peringatan Hardiknas kali ini, Mendiknas memberikan tiga makna. Pertama, Hardiknas sebagai momentum untuk merenungkan dan merefleksikan perjalanan panjang yang telah dilalui terkait dengan cita-cita pendidikan nasional yang berciri kepahlawanan dan nasionalisme dalam mencerdaskan bangsa. Kedua, Hardiknas merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri terhadap program-program pendidikan untuk menjamin perolehan hak atas layanan pendidikan tanpa diskriminatif. Ketiga, Hardiknas memberikan peluang kepada kita untuk memprospek pendidikan yang lebih baik sesuai dengan amanat konstitusi yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hardiknas tahun ini mengangkat tema “Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa”. Tema itu tidak hanya mengakomodasi perubahan-perubahanan yang terjadi pada perikehidupan bangsa ini, tetapi juga sudah sesuai dengan cita-cita Ki Hajar Dewantoro, bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan pertumbuhan anak.
Hadirin yang saya hormati!
Marilah Hardiknas ini kita maknai dalam konteks kehidupan institusi kita, UM tercinta yang menjadi kebanggaan civitasnya. Kita harus mengakui bahwa UM dengan kelahirannya setelah era IKIP Malang harus berjuang keras untuk menata dan membangun diri. Banyak dimensi kelembagaan yang harus dibenahi untuk menuju UM yang kita idealkan. UM yang kita idealkan itu secara untuh tercantum dalam Rencana Induk Pengambangan (RIP) UM 2011—2030 dengan periodisasi pencapaian 4 tahunan. Karena itu, perkenankanlah saya mengajak Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Hadirin sekalian untuk memahami kondisi-kondisi UM dari segi kekurangan dan kelebihannya. Dengan pemahaman itu, marilah kita berpartisipasi secara optimal sesuai dengan posisi dan peran kita masing-masing.
Dengan nama UM, kita sedang membangun citra. Untuk itu, penguatan kapasitas kelembagaan untuk meningkatkan layanan yang berkualitas dan memadai merupakan kunci utama keberhasilan membangun citra. Pada dasarnya, peningkatan kapasitas kelembagaan itu terfokus pada (1) Rancang Bangun Program, (2) Struktur Organisasi dan Sistem Manajemen, (3) SDM (kualifikasi, kompetensi, dan kinerja), dan (4) Sarana dan Prasarana (Sarpras).
Dalam rangka membangun citra pula, UM baru saja menggelar Sayembara Cipta Logo dan Desain Stiker UM: The Learning University yang melombakan 4 macam desain, yakni (1) Desain Brand Name Logo, (2) Desain Stiker Billboard, (3) Desain Stiker Bodi Mobil, dan (4) Desain Stiker Cutting, dengan jumlah hadiah keseluruhan sebesar 50 juta rupiah. Lomba itu ternyata tidak hanya berhasil menarik peserta lomba, tetapi juga telah menjadi ajang sosialisasi dan promosi UM kepada masyarakat luas pada tingkat nasional. Peserta berasal dari 43 daerah di seluruh Indonesia, tersebar dari Sumatra sampai Papua. Sebanyak 933 karya diajukan kepada Panitia Lomba. Pada kesempatan ini, izinkanlah saya menyampaikan hasil lomba yang penciptanya juga hadir pada upacara ini.
1. Pemenang Desain Brand Name Logo adalah Constantinus Elang Perkasa, S.Sn, praktisi desain asal Yogyakarta.
2. Pemenang Desain Stiker Billboard adalah Wiwiek Eka Hendrian, karyawan swasta asal Kota Jakarta.
3. Tidak ada pemenang untuk Lomba Desain Stiker Bodi Mobil dan Lomba Stiker Cutting.
Hadirin yang berbahagia!
Sejumlah kemajuan yang berarti sudah kita capai: peningkatan kualifikasi, karir, dan kompetensi SDM, penambahan unit-unit kelembagaan (Fakultas, Program Studi, UPT), dan penguatan sistem manajemen kebijakan satu pintu, serta penambahan sarana dan prasarana manajemen kelembagaan. Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang tulus kepada Saudara-saudara yang telah berperan dalam upaya mencapai kemajuan tersebut.
Dalam penataan aset ada kemajuan yang berarti. Pengadilan Tata Usaha Negera dan Pengadilan Negeri telah mengambil keputusan bahwa Rektor UM dinyatakan sebagai Pihak yang benar dalam penyelesaian kasus rumah negara. Ada juga berita yang menggembirakan. Lahan dan Gedung P4TK PKn dan IPS Malang (dulu Gedung P3G IPS) yang berlokasi di Jalan Veteran sudah diserahkan kembali kepada UM dan menjadi aset yang sangat berharga. Dalam waktu dekat, lahan dan Gedung UT juga akan diserahkan kepada UM dan akan dapat digunakan UM mulai semester gasal tahun akademik 2010/2011.
Hadirin yang berbahagia!
Sejalan dengan pembatalan UU BHP oleh Mahkamah Konstitusi, pilihan landasan manajemen kelembagaan yang berlaku bagi UM adalah Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PT BLU). Persetujuan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) UM dari Menpan sedang kita tunggu. Sambil menunggu turunnya OTK tersebut, kinerja profesional yang merupakan kunci manajemen kelembagaan PT BLU harus sudah dilaksanakan. Dalam kaitan itu, akan diterapkan pula peraturan beban kerja dosen sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Dalam hal menajemen kelembagaan, pemimpin unit kelembagaan pada berbagai aras memegang peran kunci. Kita semua berharap agar semua pemimpin menjadi teladan berkinerja profesional di lingkungan masing-masing. Pemimpin harus mampu menunjukkan kinerja yang diukur dari standar-standar integritas, loyalitas, kapabilitas, moralitas, dan profesionalitas. Dengan kinerja berdasarkan 5 ukuran itu, nama baik unit kelembagaan akan terjaga, dan senantiasa harus diupayakan agar manajemen kelembagaan tidak meninggalkan jejak noda sedikitpun.
Hadirin yang saya muliakan!
Kita baru saja mengikuti proses suksesi Rektor UM Periode 2010—2014. Terkait dengan suksesi tersebut, pada Upacara Korpri tanggal 17 Maret 2010 saya mengajak hadirin untuk menyambut dan mengikuti suksesi tersebut dengan penuh kearifan atas semangat memelihara keutuhan dan kebersamaan dalam suasana kehidupan keluarga besar UM. Proses pada tataran institusi UM sudah selesai dan hasilnya akan dikirimkan ke Menteri Pendidikan Nasional tanggal 10 Mei 2010 untuk diproses lebih lanjut.
Pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah saya mewakili semua unsur pimpinan menyampaikan terima kasih atas kearifan Saudara-saudara dalam mengikuti semua proses suksesi Rektor tersebut mulai awal sampai selesai. Jika pada saat proses tersebut ada kondisi-kondisi yang mengganggu hubungan kesejawatan, pada kesempaan ini pula saya mengajak hadirin untuk tetap menjaga kehidupan kelembagaan yang harmonis dalam keutuhan dan kebersamaan.
Demikian Saudara-saudara. Atas perhatian Saudara-saudara untuk menghadiri upacara ini saya sampaikan terima kasih. Mohon maaf sekiranya ada kesalahan. Mudah-mudahan Tuhan senantiasa bersama kita. Amin.
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Malang, 3 Mei 2010
Rektor,
Rector of UM TEXT MESSAGE
ON Education Day Commemoration Ceremony
DATE 3 MEI 2010
Designation. Senate Members UM
Ysh. Officials of the Environmental UM
Ysh. Chief Executives Board Korpri and Whole Korpri UM
Ysh. Our Faculty and Staff All UM
Ysh. The Student
Ladies and Gentlemen, I am honored and
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Let us praise praise to the divine presence Robbi, God the Most Gracious, Most Merciful, who has given us the opportunity to implement the National Education Day Commemoration Ceremony (Education Day). Let this good keempatan we use also to hold a family friendship colleagues at our beloved institution.
Ladies and Gentlemen!
In this time warning Education Day, Minister of Education gives three meanings. First, the Education Day as a momentum to ponder and reflect on the long journey that has been passed related to the ideals of national education, characterized by heroism and nationalism in the nation. Second, the Education Day is a momentum for introspection on educational programs to ensure the acquisition of educational services without discrimination. Third, the Education Day provides an opportunity for us to memprospek better education in accordance with the constitutional mandate that must be carried out in accordance with laws and regulations.
Education Day this year the theme of "Character Education for Developing Nations Civilization." The theme was not only-perubahanan accommodate changes that occurred in this nation's livelihood, but also is in conformity with the ideals of Ki Hajar Dewantoro, that education is an effort to promote the growth of character, mind, and growth of children.
Ladies and Gentlemen!
Let us maknai Education Day this in the context of our institutional life, which became the pride of my beloved UM civitasnya. We must recognize that the UM with his birth after the age of Malang Teachers' Training College should strive to organize and establish themselves. Many institutional dimensions that must be addressed toward us idealkan UM. UM idealkan that we are untuh thresholded listed in the Master Plan (RIP) 2011-2030 UM with the achievement of four annual periods. Therefore, let me ask gentlemen, Ladies, and Ladies and Gentlemen to understand the conditions of UM in terms of lack and excess. With that understanding, let us participate in an optimal fit with the position and role of each of us.
With UM's name, we are building an image. Therefore, strengthening the institutional capacity to improve quality and adequate services is key to the success of building the image. Basically, institutional capacity building was focused on (1) Program Design, (2) Organizational Structure and Management System, (3) human resources (qualifications, competence, and performance), and (4) Facilities and Infrastructure (Sarpras).
In order to build the image of all, UM had just held a competition Notices Stickers UM Logo and Design: The Learning University that feature four kinds of design, namely (1) Brand Name Logo Design, (2) Design Stickers Billboard, (3) Car Body Design Stickers , and (4) Design Stickers Cutting, with a total overall prize of 50 million rupiah. The competition turned out to be not only succeeded in attracting contestants, but also has become a means of socialization and the promotion of UM to the general public at the national level. Participants came from 43 regions throughout Indonesia, spread from Sumatra to Papua. A total of 933 works submitted to the Competition Committee. On this occasion, allow me to convey the results of the race whose authors also present at this ceremony.
1. Brand Name Logo Design Winner is Elang Perkasa Constantine, S. Sn, home design practitioners Yogyakarta.
2. Billboard is the winner of Design Stickers Wiwiek Eka Hendrian, private sector employees home city of Jakarta.
3. There are no winners for the Contest and Car Body Design Competition Stickers Stickers Cutting.
Ladies and happy!
A number of significant progress we have achieved: improvement of qualifications, career, and the competence of human resources, the addition of institutional units (Faculties, Study Program, UPT), and the strengthening of one-door policy management system, and increasing numbers of institutional facilities and infrastructure management. For that, on this great opportunity, my appreciation and sincere gratitude to the brothers and sisters who have participated in the effort to achieve such progress.
In structuring the assets have significant progress. Administrative Court and Court of countries have taken the decision that the Rector of UM expressed as a Party that is true in the home country to settle the case. There is also news. Land and Building P4TK PKN and IPS Malang (formerly IPS P3G Building) located at Jalan Veteran had been transferred back to UM and became a valuable asset. In the near future, the land and building will also be submitted to UT UM and UM will be used starting odd semester of the academic year 2010/2011.
Ladies and happy!
Along with the cancellation of BHP by the Constitutional Court Act, the choice of institutional management platform that is applicable to UM Higher Education Public Service Board (PT BLU). Approval Organization and Work (method could) from UM are we waiting for the minister. While waiting for the method could decrease, professional performance which is a key institutional management of PT BLU should have been executed. In this regard, will be applied also legislation faculty workload in accordance with regulations issued by the Directorate General of Higher Education.
In terms of institutional management, institutional unit leaders at various levels play a key role. We all hope that all leaders are role models of professional performers in their respective environment. Leaders must be able to demonstrate measurable performance standards of integrity, loyalty, capabilities, morality, and professionalism. With performance based on five measures, the good name of the institutional unit will be maintained, and always should be sought so that the institutional management did not leave the slightest trace of stain.
Ladies and Gentlemen, I am honored!
We just follow the process of succession Rector of UM Period 2010-2014. In connection with the succession, the ceremony Korpri date March 17, 2010 I invited the audience to welcome and follow it with a succession of management wisdom of maintaining the spirit of unity and togetherness in an atmosphere of big family life UM. UM process at the level of institutions already completed and the results will be sent to the Minister of National Education dated May 10, 2010 for further processing.
On this good opportunity, allow me to represent all the elements to thank the leadership of brothers wisdom in following all of the Rector of the succession process began earlier to complete. If during this process there are conditions that interfere with the relationship kesejawatan, at this kesempaan I also invite the audience to keep life harmonious within the institutional integrity and togetherness.
Likewise gentlemen. Gentlemen your attention to attend this ceremony I would like to thank you. We apologize if there was an error. I hope God is always with us. Amen.
Wassalaamu alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Malang, May 3, 2010
Rector,
PADA UPACARA PERINGATAN HARDIKNAS
TANGGAL 3 MEI 2010
Yth. Para Anggota Senat UM
Ysh. Para Pejabat di Lingkungan UM
Ysh. Ketua Korpri dan Segenap Jajaran Pengurus Korpri UM
Ysh. Para Dosen dan Segenap Karyawan UM
Ysh. Para Mahasiswa
Serta Hadirin yang saya muliakan
Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Robbi, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Marilah keempatan yang baik ini kita gunakan pula untuk mengadakan silaturahim kekeluargaan sejawat di lembaga yang kita cintai ini.
Hadirin yang saya hormati!
Dalam Peringatan Hardiknas kali ini, Mendiknas memberikan tiga makna. Pertama, Hardiknas sebagai momentum untuk merenungkan dan merefleksikan perjalanan panjang yang telah dilalui terkait dengan cita-cita pendidikan nasional yang berciri kepahlawanan dan nasionalisme dalam mencerdaskan bangsa. Kedua, Hardiknas merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri terhadap program-program pendidikan untuk menjamin perolehan hak atas layanan pendidikan tanpa diskriminatif. Ketiga, Hardiknas memberikan peluang kepada kita untuk memprospek pendidikan yang lebih baik sesuai dengan amanat konstitusi yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hardiknas tahun ini mengangkat tema “Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa”. Tema itu tidak hanya mengakomodasi perubahan-perubahanan yang terjadi pada perikehidupan bangsa ini, tetapi juga sudah sesuai dengan cita-cita Ki Hajar Dewantoro, bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan pertumbuhan anak.
Hadirin yang saya hormati!
Marilah Hardiknas ini kita maknai dalam konteks kehidupan institusi kita, UM tercinta yang menjadi kebanggaan civitasnya. Kita harus mengakui bahwa UM dengan kelahirannya setelah era IKIP Malang harus berjuang keras untuk menata dan membangun diri. Banyak dimensi kelembagaan yang harus dibenahi untuk menuju UM yang kita idealkan. UM yang kita idealkan itu secara untuh tercantum dalam Rencana Induk Pengambangan (RIP) UM 2011—2030 dengan periodisasi pencapaian 4 tahunan. Karena itu, perkenankanlah saya mengajak Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Hadirin sekalian untuk memahami kondisi-kondisi UM dari segi kekurangan dan kelebihannya. Dengan pemahaman itu, marilah kita berpartisipasi secara optimal sesuai dengan posisi dan peran kita masing-masing.
Dengan nama UM, kita sedang membangun citra. Untuk itu, penguatan kapasitas kelembagaan untuk meningkatkan layanan yang berkualitas dan memadai merupakan kunci utama keberhasilan membangun citra. Pada dasarnya, peningkatan kapasitas kelembagaan itu terfokus pada (1) Rancang Bangun Program, (2) Struktur Organisasi dan Sistem Manajemen, (3) SDM (kualifikasi, kompetensi, dan kinerja), dan (4) Sarana dan Prasarana (Sarpras).
Dalam rangka membangun citra pula, UM baru saja menggelar Sayembara Cipta Logo dan Desain Stiker UM: The Learning University yang melombakan 4 macam desain, yakni (1) Desain Brand Name Logo, (2) Desain Stiker Billboard, (3) Desain Stiker Bodi Mobil, dan (4) Desain Stiker Cutting, dengan jumlah hadiah keseluruhan sebesar 50 juta rupiah. Lomba itu ternyata tidak hanya berhasil menarik peserta lomba, tetapi juga telah menjadi ajang sosialisasi dan promosi UM kepada masyarakat luas pada tingkat nasional. Peserta berasal dari 43 daerah di seluruh Indonesia, tersebar dari Sumatra sampai Papua. Sebanyak 933 karya diajukan kepada Panitia Lomba. Pada kesempatan ini, izinkanlah saya menyampaikan hasil lomba yang penciptanya juga hadir pada upacara ini.
1. Pemenang Desain Brand Name Logo adalah Constantinus Elang Perkasa, S.Sn, praktisi desain asal Yogyakarta.
2. Pemenang Desain Stiker Billboard adalah Wiwiek Eka Hendrian, karyawan swasta asal Kota Jakarta.
3. Tidak ada pemenang untuk Lomba Desain Stiker Bodi Mobil dan Lomba Stiker Cutting.
Hadirin yang berbahagia!
Sejumlah kemajuan yang berarti sudah kita capai: peningkatan kualifikasi, karir, dan kompetensi SDM, penambahan unit-unit kelembagaan (Fakultas, Program Studi, UPT), dan penguatan sistem manajemen kebijakan satu pintu, serta penambahan sarana dan prasarana manajemen kelembagaan. Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang tulus kepada Saudara-saudara yang telah berperan dalam upaya mencapai kemajuan tersebut.
Dalam penataan aset ada kemajuan yang berarti. Pengadilan Tata Usaha Negera dan Pengadilan Negeri telah mengambil keputusan bahwa Rektor UM dinyatakan sebagai Pihak yang benar dalam penyelesaian kasus rumah negara. Ada juga berita yang menggembirakan. Lahan dan Gedung P4TK PKn dan IPS Malang (dulu Gedung P3G IPS) yang berlokasi di Jalan Veteran sudah diserahkan kembali kepada UM dan menjadi aset yang sangat berharga. Dalam waktu dekat, lahan dan Gedung UT juga akan diserahkan kepada UM dan akan dapat digunakan UM mulai semester gasal tahun akademik 2010/2011.
Hadirin yang berbahagia!
Sejalan dengan pembatalan UU BHP oleh Mahkamah Konstitusi, pilihan landasan manajemen kelembagaan yang berlaku bagi UM adalah Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PT BLU). Persetujuan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) UM dari Menpan sedang kita tunggu. Sambil menunggu turunnya OTK tersebut, kinerja profesional yang merupakan kunci manajemen kelembagaan PT BLU harus sudah dilaksanakan. Dalam kaitan itu, akan diterapkan pula peraturan beban kerja dosen sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Dalam hal menajemen kelembagaan, pemimpin unit kelembagaan pada berbagai aras memegang peran kunci. Kita semua berharap agar semua pemimpin menjadi teladan berkinerja profesional di lingkungan masing-masing. Pemimpin harus mampu menunjukkan kinerja yang diukur dari standar-standar integritas, loyalitas, kapabilitas, moralitas, dan profesionalitas. Dengan kinerja berdasarkan 5 ukuran itu, nama baik unit kelembagaan akan terjaga, dan senantiasa harus diupayakan agar manajemen kelembagaan tidak meninggalkan jejak noda sedikitpun.
Hadirin yang saya muliakan!
Kita baru saja mengikuti proses suksesi Rektor UM Periode 2010—2014. Terkait dengan suksesi tersebut, pada Upacara Korpri tanggal 17 Maret 2010 saya mengajak hadirin untuk menyambut dan mengikuti suksesi tersebut dengan penuh kearifan atas semangat memelihara keutuhan dan kebersamaan dalam suasana kehidupan keluarga besar UM. Proses pada tataran institusi UM sudah selesai dan hasilnya akan dikirimkan ke Menteri Pendidikan Nasional tanggal 10 Mei 2010 untuk diproses lebih lanjut.
Pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah saya mewakili semua unsur pimpinan menyampaikan terima kasih atas kearifan Saudara-saudara dalam mengikuti semua proses suksesi Rektor tersebut mulai awal sampai selesai. Jika pada saat proses tersebut ada kondisi-kondisi yang mengganggu hubungan kesejawatan, pada kesempaan ini pula saya mengajak hadirin untuk tetap menjaga kehidupan kelembagaan yang harmonis dalam keutuhan dan kebersamaan.
Demikian Saudara-saudara. Atas perhatian Saudara-saudara untuk menghadiri upacara ini saya sampaikan terima kasih. Mohon maaf sekiranya ada kesalahan. Mudah-mudahan Tuhan senantiasa bersama kita. Amin.
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Malang, 3 Mei 2010
Rektor,
Rector of UM TEXT MESSAGE
ON Education Day Commemoration Ceremony
DATE 3 MEI 2010
Designation. Senate Members UM
Ysh. Officials of the Environmental UM
Ysh. Chief Executives Board Korpri and Whole Korpri UM
Ysh. Our Faculty and Staff All UM
Ysh. The Student
Ladies and Gentlemen, I am honored and
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Let us praise praise to the divine presence Robbi, God the Most Gracious, Most Merciful, who has given us the opportunity to implement the National Education Day Commemoration Ceremony (Education Day). Let this good keempatan we use also to hold a family friendship colleagues at our beloved institution.
Ladies and Gentlemen!
In this time warning Education Day, Minister of Education gives three meanings. First, the Education Day as a momentum to ponder and reflect on the long journey that has been passed related to the ideals of national education, characterized by heroism and nationalism in the nation. Second, the Education Day is a momentum for introspection on educational programs to ensure the acquisition of educational services without discrimination. Third, the Education Day provides an opportunity for us to memprospek better education in accordance with the constitutional mandate that must be carried out in accordance with laws and regulations.
Education Day this year the theme of "Character Education for Developing Nations Civilization." The theme was not only-perubahanan accommodate changes that occurred in this nation's livelihood, but also is in conformity with the ideals of Ki Hajar Dewantoro, that education is an effort to promote the growth of character, mind, and growth of children.
Ladies and Gentlemen!
Let us maknai Education Day this in the context of our institutional life, which became the pride of my beloved UM civitasnya. We must recognize that the UM with his birth after the age of Malang Teachers' Training College should strive to organize and establish themselves. Many institutional dimensions that must be addressed toward us idealkan UM. UM idealkan that we are untuh thresholded listed in the Master Plan (RIP) 2011-2030 UM with the achievement of four annual periods. Therefore, let me ask gentlemen, Ladies, and Ladies and Gentlemen to understand the conditions of UM in terms of lack and excess. With that understanding, let us participate in an optimal fit with the position and role of each of us.
With UM's name, we are building an image. Therefore, strengthening the institutional capacity to improve quality and adequate services is key to the success of building the image. Basically, institutional capacity building was focused on (1) Program Design, (2) Organizational Structure and Management System, (3) human resources (qualifications, competence, and performance), and (4) Facilities and Infrastructure (Sarpras).
In order to build the image of all, UM had just held a competition Notices Stickers UM Logo and Design: The Learning University that feature four kinds of design, namely (1) Brand Name Logo Design, (2) Design Stickers Billboard, (3) Car Body Design Stickers , and (4) Design Stickers Cutting, with a total overall prize of 50 million rupiah. The competition turned out to be not only succeeded in attracting contestants, but also has become a means of socialization and the promotion of UM to the general public at the national level. Participants came from 43 regions throughout Indonesia, spread from Sumatra to Papua. A total of 933 works submitted to the Competition Committee. On this occasion, allow me to convey the results of the race whose authors also present at this ceremony.
1. Brand Name Logo Design Winner is Elang Perkasa Constantine, S. Sn, home design practitioners Yogyakarta.
2. Billboard is the winner of Design Stickers Wiwiek Eka Hendrian, private sector employees home city of Jakarta.
3. There are no winners for the Contest and Car Body Design Competition Stickers Stickers Cutting.
Ladies and happy!
A number of significant progress we have achieved: improvement of qualifications, career, and the competence of human resources, the addition of institutional units (Faculties, Study Program, UPT), and the strengthening of one-door policy management system, and increasing numbers of institutional facilities and infrastructure management. For that, on this great opportunity, my appreciation and sincere gratitude to the brothers and sisters who have participated in the effort to achieve such progress.
In structuring the assets have significant progress. Administrative Court and Court of countries have taken the decision that the Rector of UM expressed as a Party that is true in the home country to settle the case. There is also news. Land and Building P4TK PKN and IPS Malang (formerly IPS P3G Building) located at Jalan Veteran had been transferred back to UM and became a valuable asset. In the near future, the land and building will also be submitted to UT UM and UM will be used starting odd semester of the academic year 2010/2011.
Ladies and happy!
Along with the cancellation of BHP by the Constitutional Court Act, the choice of institutional management platform that is applicable to UM Higher Education Public Service Board (PT BLU). Approval Organization and Work (method could) from UM are we waiting for the minister. While waiting for the method could decrease, professional performance which is a key institutional management of PT BLU should have been executed. In this regard, will be applied also legislation faculty workload in accordance with regulations issued by the Directorate General of Higher Education.
In terms of institutional management, institutional unit leaders at various levels play a key role. We all hope that all leaders are role models of professional performers in their respective environment. Leaders must be able to demonstrate measurable performance standards of integrity, loyalty, capabilities, morality, and professionalism. With performance based on five measures, the good name of the institutional unit will be maintained, and always should be sought so that the institutional management did not leave the slightest trace of stain.
Ladies and Gentlemen, I am honored!
We just follow the process of succession Rector of UM Period 2010-2014. In connection with the succession, the ceremony Korpri date March 17, 2010 I invited the audience to welcome and follow it with a succession of management wisdom of maintaining the spirit of unity and togetherness in an atmosphere of big family life UM. UM process at the level of institutions already completed and the results will be sent to the Minister of National Education dated May 10, 2010 for further processing.
On this good opportunity, allow me to represent all the elements to thank the leadership of brothers wisdom in following all of the Rector of the succession process began earlier to complete. If during this process there are conditions that interfere with the relationship kesejawatan, at this kesempaan I also invite the audience to keep life harmonious within the institutional integrity and togetherness.
Likewise gentlemen. Gentlemen your attention to attend this ceremony I would like to thank you. We apologize if there was an error. I hope God is always with us. Amen.
Wassalaamu alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Malang, May 3, 2010
Rector,
PIDATO UNTUK MBAK EMA B.INGGRIS
EXAMPLES OF ADDRESS ON GLOBALIZATION
Good afternoon,
Dear Principal SMP Santa Ursula BSD, Victoria Istiningsih.
Dear Vice Principal SMP Santa Ursula BSD Eusthasia Suwarti.
Dear teachers SMP Santa Ursula BSD.
And all junior high students a happy Santa Ursula BSD.
Greetings
Thank God I say praise to God almighty for all his gifts, I am also grateful to the teachers who have organized this event. Do not forget to thank my friends who have supported this event.
On occasion this time, I want to invite us all to recall, some patterns of life that we do on the cause of globalization. Whether globalization is very influential in our lives? I look forward to the opportunity this time, we all know, how big the impact of globalization in our lives. I also hope we can all face the impact of globalization.
In this 21st century, globalization became a regular thing for us. Globalization, meaning the global process. Obviously, all aspects of life to feel its effects. For example, in the field of transportation. Every day we can see the whole street packed with various types of motor vehicles. For example cars. In fact, before the car was found, usually people would walk for a journey, even a very long though. In addition to the field of transport, aspects of life is affected by the globalization of telecommunications. Currently mobile phone is a communication tool that has been owned by anyone. In addition to cellular phones, the no less important is the internet. Globalization requires us to have a computer equipped with Internet network.
In the culinary field, the impact of globalization is also quite large. Western cuisine became very popular throughout the world. For example Pizza Hut, KFC, CFC, Hoka Hoka Bento, and so forth. This causes the typical food in the country becomes less attractive. No less important, aspect of life that are also feeling the impact of globalization is the fashion. Today is a worldwide trend that is from western countries. If the Indonesian people prefer trends overseas, who would preserve the culture of Indonesia?
Sports sector is also feeling the impact of globalization. Currently the world is very interested in soccer, basketball, badminton, and many others. Not just sports activities, supporting tools also come to feel the impact of globalization. Examples of shoes. Shoes become a very important support tool. Model and any form of footwear should be adjusted to his sport.
From some aspects that I mentioned earlier, it is clear that globalization is very influential on all aspects of life. Each person can indeed feel the influence. As good citizens, we should be able to face the impact of globalization. We must be able to take positive values and discard negative values. For example, by selecting a foreign culture into our country. We must be able to choose a good culture, which does not conflict with existing norms in our country. Because culture in the city are characteristic of our own country, we must guard. In order not to lose information, we must keep abreast of information and technology.
So there are many ways that we can do to deal with the impact of globalization. We may feel the effects, but we must take a positive impact, and discard the negative impacts.
Hopefully what I have said earlier is useful for all of us who are here. I hope that with the globalization of this everyone can take positive values. Thank you for the attention of teachers, friends, and their principals and vice principals SMP Santa Ursula BSD. And so, good afternoon.
EXAMPLES OF NATIONAL EDUCATION DAY ADDRESS
Brethren! What I respect the Darul Qalam Stai Lecturers Drs. Habibullah. What I respect the student / student Stai Darul Qalam. How happy I am as served as mother to the State of Indonesia, on this day! Today, we celebrate National Education Day, which housed the palace field on May 2, 2007. With hopefully we commemorate National Education more spirit / risen to advance education and educating children to be useful to the nation the nation, state and school age children Agama.Pertambahan fast and graduates of each level of education added a large, but not followed by the addition of infrastructure and facilities rapid and adequate education, creating problems for the government to provide "education and teaching" in all citizens as mandated by the Basic Law.
This issue is crucial because we have the various geographically vast and scattered archipelago levels of social-economic-cultural differences. When was the first time REPELITA with emphasis on the implementation of economic development which is seen as the foundation for other aspects of national development. In education reform focused attention on efforts to amend and improve the quality and arrangement of the opportunity to education. Regarding the latter is hard to achieve if only through the conventional ways of utilizing technology and communication, information, radio and television. In 2007 the government has set a national budget for education amounted to 20% for primary, junior and senior high school. Programs and activities that are not made solely on the basis of the number of school buildings, teachers, books and others. We can identify several alternatives are:
1. Additional capacity SLP conducted either by the addition of new schools
2. Increasing the capacity of private schools
3. Development of correspondence school open with the media, module, radio broadcasts, television broadcasts and other
4. The opening of the courses of practical skills outside of school for distribution channels kemasyarkat ..
Ki Hajar Dewantara (1889-1959) a leading figure who established the Indonesian education institutions Park students. He is more famous for its philosophy of "tut wuri handayani, until middle Mangun intention, hing tulada ngarso sung. Dewantara classify pandidikan goals with the term "tri-nga" (three "nga-nga is the last letter in the Javanese alphabet ajisak). "Nga" was first understood "(understanding / intellectual aspects). "Nga second" is "ngrasa" (to feel affection aspects), and "nga" third is "nglakoni" (teaching or psychomotor aspects). Formulate educational goals that include aspects of cognitive, affective, and psychomotor. According Dewantara, is the right of each person to set himself, therefore teaching must educate children to become independent in mind, thought and energy. Teaching should not give priority to intellectual mind because it can separate people with rakyat.Akhir tepelajar, I hope the Indonesian people to improve and achieve more and create children students more productive, creative, innovative and useful to the nation and the State, Creating human resources quality and independence that can meet global demand.
EXAMPLES OF INFLUENCE OF TELEVISION ON THE STUDENT'S ADDRESS
Assalamualaikum WR WB, father / mother and their teacher colleagues who I respect, first of all let us praise and thanksgiving to Almighty God who gave grace and hidayahnya to all of us so that we can gather in this place, I extend many thanks for the opportunity given to me to deliver a speech titled "The Influence of Television on Students." Before I began my speech I would like to convey my problem definition that will convey in a speech today, namely, among others, the influence of television in terms of positive and negative.
When we see the general effect of television on students tanpak indeed very useful and meaningful because the television media was a means of delivering information is the most effective and efficient, in terms of effective and efficient delivery of information in terms of price to obtain this information. With television media insights and knowledge a student can grow rapidly in line with the development of existing technology. Many positive things that can be taken from the television media such as this ie, information about current news, general science, entertainment / entertainment, and many others.
A student should always know the latest information that occurred worldwide in order to add insight and knowledge from the students themselves, who can he use to develop himself in the future, because the information can become better human beings than ever before, while for the field of entertainment / amusement , this of course serves to reduce the sense of weariness or boredom on each student in his teenage years or in periods of study, why is that? Because each student's developing will experience one thing that the name "bored" and this needs to be prevented by activities that are entertaining / reflection which can make it always "Fresh" and positive thinking, making it is always active and creative.
Apart from the insight and knowledge that can be obtained by students of television, the intimacy between the families will be created that makes students feel comfortable in between the family because the family is also one of the main factors determining the success of a student myself, besides it also can educate parents their children more easily through the medium of television and the elderly are more easily provide guidance to the child so the child will not feel burdened to understand what is wanted by his parents. Such matters is one that we can feel / see the positive side effects of television on students, but other than that a lot of negative things that can happen if students had been influenced by television, such as lazy, modeled on the things that are not good / negative, such as how to mingle, talk, look, as well as personal.
Lazy is the most often occurs when a student has been affected by watching television so much fun learning to forget, and this is very harmful for the students themselves because with the lazy he will not get anything and what he's ideals aiming for in life, therefore it is wonderful for parents to limit television viewing time and filter the impressions that match the needs of the child, other than lazy television a bad influence on children's behavior that is modeled on things that are not supposed to be in the example, suppose children aged under five years of watching television shows for adults, of course this is very "dangerous" because the child can mature before adulthood, referring to the actions undertaken by adults should not be emulated by young children, such as violence, such as lifestyle-looking, outgoing, and style- speaking style that is not in accordance with the rules of good language, and so forth. It also requires parents to control the impressions that such an adult nature. If this is already happening so negativ then we can see the personality of the students themselves will change and "Possible" detrimental to all parties, including himself.
Conclusion is that, every thing that exists in this world would have different rules and views that is, good and bad, as well as with the television media, which should be used for good things but still having an impact that is not good for some people and / or function. Thus the role of parents to educate children (students) are very important as well as awareness of the students themselves should be high and is responsible for what he wanted to do with guidance from teachers and positive activities that he did while he was within the school.
I say thank you for your attention, akhirul said, wassalamualaikum WR WB.
EXAMPLES OF INFLUENCE OF INTERNET ADDRESS ON ADOLESCENT
Assalamualaikum WR WB, father / mother and their teacher colleagues who I respect, first of all let us praise and thanksgiving to Almighty God who gave grace and hidayahnya to all of us so that we can gather in this place, I extend many thanks for the opportunity given to me to deliver a speech titled "The Influence of Internet on Teenagers."
Before I began my speech I would like to convey my problem definition that will convey in a speech today, which include; influence of the internet on the teenagers in terms of positive and negative terms.
Internet, word is no stranger to the ear of each person, especially the teenagers who always hang out with the tech world of luxury, luxurious, and practical, the Internet can be found wherever we are, to capitalize mobile phone that has an Internet connection, the internet can be accessed with ease through HP wherever we are, or if not, in every corner of the city must have an Internet service that sells Warung or commonly called the "Internet Cafe", Information World Without Borders, that's how people call it, I am not so sure but what is virtually such circumstances, the existence of the Internet, access or street towards the delivery of information-information that exist in this world can be taken easily as he turned his hand or blink.
A lot of science is so abundant there, information about anything can be found at this internet universe, then what to do with students? Of course, very closely related to the student because the student whose name does not escape with the information and science, the internet is the most effective media and easy to come by and accessible by anyone anywhere, although can not be denied that because of this freedom can occur also abusers use of Internet facilities as a means of Criminality or obscene, students new to the Internet typically use this facility to search for weird things? As the pictures are not obscene, or weird videos that are "immoral" which can affect the soul and personality of the students themselves, so that the students affected, and disrupt his concentration on the learning process at school.
However, not all students do so, only a handful of students who are curious just who can do it for less memiliki sense of responsibility towards themselves personally and surrounding areas, but in general the Internet is used by each student to seek or obtain information relating to the subject matter which he received in school, it allows students to become more creative and more active in seeking other sources of information and science compared with students who just sat quietly in front of the table and listen to the teacher talk.
This can be a motivator for students to continue to grow and also acts as a shredder (youth), teenagers are creatures that are vulnerable to the changes around him, he will follow the most dominant thing that is nearby so the possibility of a drastic change in times adolescence will lead to where the teenager will run, positive or negative direction depending on where in the start.
Teenagers who daily interact with the Internet will be more responsive to changes in the surrounding information because he was accustomed to and more aware of such information so that he more than others. But in addition, adolescents who have a negative tendency in the opposite case, he will appear passive because only enslaved by the ease and wealth of information from the internet.
Therefore it would be nice if we can wisely use this facility with the best in terms of positive progress for the sake of ourselves and our personal, and as teenagers we all should be able to master the technology that was running hard in this era, because then we 'll come running to welcome the future.
I say thank you for your attention, akhirul said, wassalamualaikum WR WB.
EXAMPLE Parting school graduation speech
Dear Mr. Principal, Mr. and Mrs. Teacher, and friends that I love.
First of all let us praise gratitude to God Almighty for His mercy for all on this day we can come together to hold a farewell ceremony school.
The gentlemen who I respect, allow me to represent my friends to convey a word or two in the framework of this separation.
During school, we as students are very proud and grateful to all teachers who have taught at this school, which is very good, never favoritism in educating, very patient and tireless in guiding us. Thanks to the efforts of all teachers, we were able to graduate from junior high school.
I hope all the teachers in charge of teaching at this school can be given good health and happiness always given.
Also for teman2 all. It feels hard to part with you all, because we've bersama2 for three years. But still I also pray teman2 can all move on to higher education, both to high school, to CMS, the STM and other educational institutions to be able to achieve so far diangan2kan cita2.
Finally, I would say success is always made teman2, my prayer is with teman2 all ...
Good afternoon,
Dear Principal SMP Santa Ursula BSD, Victoria Istiningsih.
Dear Vice Principal SMP Santa Ursula BSD Eusthasia Suwarti.
Dear teachers SMP Santa Ursula BSD.
And all junior high students a happy Santa Ursula BSD.
Greetings
Thank God I say praise to God almighty for all his gifts, I am also grateful to the teachers who have organized this event. Do not forget to thank my friends who have supported this event.
On occasion this time, I want to invite us all to recall, some patterns of life that we do on the cause of globalization. Whether globalization is very influential in our lives? I look forward to the opportunity this time, we all know, how big the impact of globalization in our lives. I also hope we can all face the impact of globalization.
In this 21st century, globalization became a regular thing for us. Globalization, meaning the global process. Obviously, all aspects of life to feel its effects. For example, in the field of transportation. Every day we can see the whole street packed with various types of motor vehicles. For example cars. In fact, before the car was found, usually people would walk for a journey, even a very long though. In addition to the field of transport, aspects of life is affected by the globalization of telecommunications. Currently mobile phone is a communication tool that has been owned by anyone. In addition to cellular phones, the no less important is the internet. Globalization requires us to have a computer equipped with Internet network.
In the culinary field, the impact of globalization is also quite large. Western cuisine became very popular throughout the world. For example Pizza Hut, KFC, CFC, Hoka Hoka Bento, and so forth. This causes the typical food in the country becomes less attractive. No less important, aspect of life that are also feeling the impact of globalization is the fashion. Today is a worldwide trend that is from western countries. If the Indonesian people prefer trends overseas, who would preserve the culture of Indonesia?
Sports sector is also feeling the impact of globalization. Currently the world is very interested in soccer, basketball, badminton, and many others. Not just sports activities, supporting tools also come to feel the impact of globalization. Examples of shoes. Shoes become a very important support tool. Model and any form of footwear should be adjusted to his sport.
From some aspects that I mentioned earlier, it is clear that globalization is very influential on all aspects of life. Each person can indeed feel the influence. As good citizens, we should be able to face the impact of globalization. We must be able to take positive values and discard negative values. For example, by selecting a foreign culture into our country. We must be able to choose a good culture, which does not conflict with existing norms in our country. Because culture in the city are characteristic of our own country, we must guard. In order not to lose information, we must keep abreast of information and technology.
So there are many ways that we can do to deal with the impact of globalization. We may feel the effects, but we must take a positive impact, and discard the negative impacts.
Hopefully what I have said earlier is useful for all of us who are here. I hope that with the globalization of this everyone can take positive values. Thank you for the attention of teachers, friends, and their principals and vice principals SMP Santa Ursula BSD. And so, good afternoon.
EXAMPLES OF NATIONAL EDUCATION DAY ADDRESS
Brethren! What I respect the Darul Qalam Stai Lecturers Drs. Habibullah. What I respect the student / student Stai Darul Qalam. How happy I am as served as mother to the State of Indonesia, on this day! Today, we celebrate National Education Day, which housed the palace field on May 2, 2007. With hopefully we commemorate National Education more spirit / risen to advance education and educating children to be useful to the nation the nation, state and school age children Agama.Pertambahan fast and graduates of each level of education added a large, but not followed by the addition of infrastructure and facilities rapid and adequate education, creating problems for the government to provide "education and teaching" in all citizens as mandated by the Basic Law.
This issue is crucial because we have the various geographically vast and scattered archipelago levels of social-economic-cultural differences. When was the first time REPELITA with emphasis on the implementation of economic development which is seen as the foundation for other aspects of national development. In education reform focused attention on efforts to amend and improve the quality and arrangement of the opportunity to education. Regarding the latter is hard to achieve if only through the conventional ways of utilizing technology and communication, information, radio and television. In 2007 the government has set a national budget for education amounted to 20% for primary, junior and senior high school. Programs and activities that are not made solely on the basis of the number of school buildings, teachers, books and others. We can identify several alternatives are:
1. Additional capacity SLP conducted either by the addition of new schools
2. Increasing the capacity of private schools
3. Development of correspondence school open with the media, module, radio broadcasts, television broadcasts and other
4. The opening of the courses of practical skills outside of school for distribution channels kemasyarkat ..
Ki Hajar Dewantara (1889-1959) a leading figure who established the Indonesian education institutions Park students. He is more famous for its philosophy of "tut wuri handayani, until middle Mangun intention, hing tulada ngarso sung. Dewantara classify pandidikan goals with the term "tri-nga" (three "nga-nga is the last letter in the Javanese alphabet ajisak). "Nga" was first understood "(understanding / intellectual aspects). "Nga second" is "ngrasa" (to feel affection aspects), and "nga" third is "nglakoni" (teaching or psychomotor aspects). Formulate educational goals that include aspects of cognitive, affective, and psychomotor. According Dewantara, is the right of each person to set himself, therefore teaching must educate children to become independent in mind, thought and energy. Teaching should not give priority to intellectual mind because it can separate people with rakyat.Akhir tepelajar, I hope the Indonesian people to improve and achieve more and create children students more productive, creative, innovative and useful to the nation and the State, Creating human resources quality and independence that can meet global demand.
EXAMPLES OF INFLUENCE OF TELEVISION ON THE STUDENT'S ADDRESS
Assalamualaikum WR WB, father / mother and their teacher colleagues who I respect, first of all let us praise and thanksgiving to Almighty God who gave grace and hidayahnya to all of us so that we can gather in this place, I extend many thanks for the opportunity given to me to deliver a speech titled "The Influence of Television on Students." Before I began my speech I would like to convey my problem definition that will convey in a speech today, namely, among others, the influence of television in terms of positive and negative.
When we see the general effect of television on students tanpak indeed very useful and meaningful because the television media was a means of delivering information is the most effective and efficient, in terms of effective and efficient delivery of information in terms of price to obtain this information. With television media insights and knowledge a student can grow rapidly in line with the development of existing technology. Many positive things that can be taken from the television media such as this ie, information about current news, general science, entertainment / entertainment, and many others.
A student should always know the latest information that occurred worldwide in order to add insight and knowledge from the students themselves, who can he use to develop himself in the future, because the information can become better human beings than ever before, while for the field of entertainment / amusement , this of course serves to reduce the sense of weariness or boredom on each student in his teenage years or in periods of study, why is that? Because each student's developing will experience one thing that the name "bored" and this needs to be prevented by activities that are entertaining / reflection which can make it always "Fresh" and positive thinking, making it is always active and creative.
Apart from the insight and knowledge that can be obtained by students of television, the intimacy between the families will be created that makes students feel comfortable in between the family because the family is also one of the main factors determining the success of a student myself, besides it also can educate parents their children more easily through the medium of television and the elderly are more easily provide guidance to the child so the child will not feel burdened to understand what is wanted by his parents. Such matters is one that we can feel / see the positive side effects of television on students, but other than that a lot of negative things that can happen if students had been influenced by television, such as lazy, modeled on the things that are not good / negative, such as how to mingle, talk, look, as well as personal.
Lazy is the most often occurs when a student has been affected by watching television so much fun learning to forget, and this is very harmful for the students themselves because with the lazy he will not get anything and what he's ideals aiming for in life, therefore it is wonderful for parents to limit television viewing time and filter the impressions that match the needs of the child, other than lazy television a bad influence on children's behavior that is modeled on things that are not supposed to be in the example, suppose children aged under five years of watching television shows for adults, of course this is very "dangerous" because the child can mature before adulthood, referring to the actions undertaken by adults should not be emulated by young children, such as violence, such as lifestyle-looking, outgoing, and style- speaking style that is not in accordance with the rules of good language, and so forth. It also requires parents to control the impressions that such an adult nature. If this is already happening so negativ then we can see the personality of the students themselves will change and "Possible" detrimental to all parties, including himself.
Conclusion is that, every thing that exists in this world would have different rules and views that is, good and bad, as well as with the television media, which should be used for good things but still having an impact that is not good for some people and / or function. Thus the role of parents to educate children (students) are very important as well as awareness of the students themselves should be high and is responsible for what he wanted to do with guidance from teachers and positive activities that he did while he was within the school.
I say thank you for your attention, akhirul said, wassalamualaikum WR WB.
EXAMPLES OF INFLUENCE OF INTERNET ADDRESS ON ADOLESCENT
Assalamualaikum WR WB, father / mother and their teacher colleagues who I respect, first of all let us praise and thanksgiving to Almighty God who gave grace and hidayahnya to all of us so that we can gather in this place, I extend many thanks for the opportunity given to me to deliver a speech titled "The Influence of Internet on Teenagers."
Before I began my speech I would like to convey my problem definition that will convey in a speech today, which include; influence of the internet on the teenagers in terms of positive and negative terms.
Internet, word is no stranger to the ear of each person, especially the teenagers who always hang out with the tech world of luxury, luxurious, and practical, the Internet can be found wherever we are, to capitalize mobile phone that has an Internet connection, the internet can be accessed with ease through HP wherever we are, or if not, in every corner of the city must have an Internet service that sells Warung or commonly called the "Internet Cafe", Information World Without Borders, that's how people call it, I am not so sure but what is virtually such circumstances, the existence of the Internet, access or street towards the delivery of information-information that exist in this world can be taken easily as he turned his hand or blink.
A lot of science is so abundant there, information about anything can be found at this internet universe, then what to do with students? Of course, very closely related to the student because the student whose name does not escape with the information and science, the internet is the most effective media and easy to come by and accessible by anyone anywhere, although can not be denied that because of this freedom can occur also abusers use of Internet facilities as a means of Criminality or obscene, students new to the Internet typically use this facility to search for weird things? As the pictures are not obscene, or weird videos that are "immoral" which can affect the soul and personality of the students themselves, so that the students affected, and disrupt his concentration on the learning process at school.
However, not all students do so, only a handful of students who are curious just who can do it for less memiliki sense of responsibility towards themselves personally and surrounding areas, but in general the Internet is used by each student to seek or obtain information relating to the subject matter which he received in school, it allows students to become more creative and more active in seeking other sources of information and science compared with students who just sat quietly in front of the table and listen to the teacher talk.
This can be a motivator for students to continue to grow and also acts as a shredder (youth), teenagers are creatures that are vulnerable to the changes around him, he will follow the most dominant thing that is nearby so the possibility of a drastic change in times adolescence will lead to where the teenager will run, positive or negative direction depending on where in the start.
Teenagers who daily interact with the Internet will be more responsive to changes in the surrounding information because he was accustomed to and more aware of such information so that he more than others. But in addition, adolescents who have a negative tendency in the opposite case, he will appear passive because only enslaved by the ease and wealth of information from the internet.
Therefore it would be nice if we can wisely use this facility with the best in terms of positive progress for the sake of ourselves and our personal, and as teenagers we all should be able to master the technology that was running hard in this era, because then we 'll come running to welcome the future.
I say thank you for your attention, akhirul said, wassalamualaikum WR WB.
EXAMPLE Parting school graduation speech
Dear Mr. Principal, Mr. and Mrs. Teacher, and friends that I love.
First of all let us praise gratitude to God Almighty for His mercy for all on this day we can come together to hold a farewell ceremony school.
The gentlemen who I respect, allow me to represent my friends to convey a word or two in the framework of this separation.
During school, we as students are very proud and grateful to all teachers who have taught at this school, which is very good, never favoritism in educating, very patient and tireless in guiding us. Thanks to the efforts of all teachers, we were able to graduate from junior high school.
I hope all the teachers in charge of teaching at this school can be given good health and happiness always given.
Also for teman2 all. It feels hard to part with you all, because we've bersama2 for three years. But still I also pray teman2 can all move on to higher education, both to high school, to CMS, the STM and other educational institutions to be able to achieve so far diangan2kan cita2.
Finally, I would say success is always made teman2, my prayer is with teman2 all ...
PIDATO UNTUK MBAK EMA B.INDONESIA
CONTOH PIDATO TENTANG GLOBALISASI
Selamat siang,
Yang terhormat Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD, Victoria Istiningsih.
Yang terhormat Wakil Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD Eusthasia Suwarti.
Yang terhormat guru-guru SMP Santa Ursula BSD.
Beserta seluruh murid SMP Santa Ursula BSD yang berbahagia.
Salam sejahtera
Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan YME atas segala karunia-Nya, Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang telah menyelenggarakan acara ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung acara ini.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat kembali, beberapa pola hidup yang kita lakukan dari penyebab globalisasi. Apakah globalisasi sangat berpengaruh dalam kehidupan kita? Saya berharap pada kesempatan kali ini kita semua menjadi tahu, seberapa besar pengaruh globalisasi dalam hidup kita. Saya juga berharap kita semua dapat menghadapi pengaruh globalisasi.
Di abad ke 21 ini, globalisasi menjadi hal yang biasa bagi kita. Globalisasi, berarti proses yang mendunia. Tentunya, semua aspek kehidupan merasakan pengaruhnya. Misalnya, di bidang transportasi. Setiap hari kita dapat melihat seluruh jalan raya dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor. Contohnya mobil. Padahal, sebelum mobil ditemukan, biasanya orang akan berjalan kaki untuk menempuh suatu perjalanan, bahkan yang sangat panjang sekalipun. Selain di bidang transportasi, aspek kehidupan yang terkena dampak globalisasi adalah telekomunikasi. Saat ini hand phone adalah alat komunikasi yang sudah dimiliki oleh setiap orang. Selain hand phone, yang tak kalah penting adalah internet. Globalisasi seperti mengharuskan kita untuk memiliki komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet.
Di bidang kuliner, pengaruh globalisasi juga cukup besar. Makanan khas Barat menjadi sangat populer di seluruh dunia. Contohnya Pizza Hut, KFC, CFC, Hoka Hoka Bento, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan makanan khas dalam negri menjadi kurang diminati. Yang tak kalah penting, aspek kehidupan yang juga merasakan dampak globalisasi adalah fashion. Saat ini tren yang sangat mendunia adalah dari negara-negara barat. Jika orang Indonesia lebih memilih tren luar negri, siapakah yang akan melestarikan budaya Indonesia?
Bidang olahraga juga merasakan dampak globalisasi. Saat ini seluruh dunia sangat meminati pertandingan sepak bola, basket, bulu tangkis, dan lain sebagainya. Bukan hanya kegiatan olahraganya, alat-alat pendukung pun ikut merasakan dampak globalisasi. Contohnya sepatu. Sepatu menjadi alat pendukung yang sangat penting. Model dan bentuk sepatu pun harus disesuaikan dengan olahraganya.
Dari beberapa aspek yang saya sebutkan tadi, jelas bahwa globalisasi sangat berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Setiap orang memang dapat merasakan pengaruhnya. Sebagai warga masyarakat yang baik, kita harus bisa menghadapi pengaruh globalisasi. Kita harus bisa mengambil nilai-nilai positif dan membuang nilai-nilai negatifnya. Misalnya, dengan menyeleksi budaya asing yang masuk ke dalam negri kita. Kita harus bisa memilih budaya yang baik, yang tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di negri kita. Karena budaya dalam negri adalah ciri khas negri kita sendiri, yang harus kita jaga. Agar tidak kehilangan informasi, kita harus mengikuti perkembangan informasi dan teknologi.
Jadi ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi pengaruh globalisasi. Kita boleh merasakan pengaruhnya, namun kita harus mengambil dampak positifnya, dan membuang dampak negatifnya.
Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Saya berharap dengan adanya globalisasi ini semua orang dapat mengambil nilai positifnya. Terima kasih atas perhatian guru-guru, teman-teman, beserta kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMP Santa Ursula BSD. Sekian dan, selamat siang.
CONTOH PIDATO HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Saudara-saudara sekalian !Yang saya hormati Dosen Stai Darul Qalam Drs. Habibullah .Yang saya hormati mahasiswa/ mahasiswi Stai Darul Qalam .Alangkah bahagianya saya selaku menjabat sebagai ibu kepada Negara Indonesia, pada hari ini ! pada hari ini, kita merayakan hari pendidikan Nasional, yang bertempat dilapangan Istana Bogor pada tanggal 2 Mei 2007. Dengan memperingati Pendidikan Nasional semoga kita lebih semangat /bangkit untuk memajukan dan mencerdaskan pendidikan anak-anak bangsa agar berguna bagi bangsa, Negara dan Agama.Pertambahan anak umur sekolah yang cepat dan pertambahan lulusan tiap jenjang pendidikan yang besar, tapi tidak diikuti penambahan prasarana dan sarana pendidikan yang cepat dan memadai, menimbulkan masalah bagi pemerintah untuk memberikan “pendidikan dan pengajaran” pada semua warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh undang- undang Dasar.
Persoalan ini krusial mengingat beragamanya geografis nusantara yang luas dan terpencar dengan tingkat perkembangan sosial-ekonomi-kultural berbeda. Ketika itu untuk pertama kali pelaksanakan REPELITA dengan tekanan pada pembangunan ekonomi yang dipandang sebagai landasan bagi aspek- aspek lain dari pembangunan nasional. Dalam pembaruan pendidikan perhatian difokuskan pada upaya-upaya perbaikan dan peningkatan kualitas serta penataan kesempatan mendapat pendidikan. Mengenai yang terakhir ini sulitlah dicapai bila hanya melalui cara-cara konvesial yaitu memanfaatkan teknologi komunikasi dan teknologi ,informasi radio dan televisi. Pada tahun 2007 pemerintah telah menetapkan APBN untuk pendidikan sebesar 20% bagi SD, SLTP dan SLTA. Program dan kegiatan yang dilakukan tidak semata-mata atas dasar pertambahan jumlah gedung sekolah, guru, buku dan lain-lain. Alternatif yang didentifikasikan adalah :
1. Penambahan daya tampung SLP yang dilakukan baik dengan penambahan sekolah baru
2. Peningkatan daya tampung sekolah- sekolah swasta
3. Pengembangan sekolah terbuka dengan media korespodensi, modul, siaran radio, siaran televisi dan lain-lain
4. Pembukaan kursus- kursus ketrampilan praktis diluar sekolah sebagai jalur penyaluran kemasyarkat..
Ki Hajar Dewantara (1889-1959) seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat” tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada. Dewantara mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “ tri-nga”(tiga “nga-nga adalah huruf terakhir dalam abjad jawa ajisak). “Nga” pertama adalah ngerti” (memahami /aspek intelektual). “Nga kedua” adalah “ngrasa” adalah (merasakan aspek afeksi), dan “nga” ketiga adalah “nglakonin” (mengajarkan atau aspek psikomotorik). Merumuskan tujuan pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut Dewantara, adalah hak tiap orang untuk mengatur diri sendiri, oleh karena itu pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga. Pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang tepelajar dengan rakyat.Akhir sampai disini, semoga bangsa Indonesia lebih meningkatkan dan mencerdaskan serta menciptakan anak-anak didik yang produktif, kreatif, dan inovatif yang berguna bagi bangsa dan Negara, Menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan global.
CONTOH PIDATO PENGARUH TELEVISI TERHADAP SISWA
Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Televisi Terhadap Siswa”. Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh televisi dari segi positif dan negatif.
Bila kita melihat secara umum pengaruh televisi terhadap siswa memang tanpak sangat berguna dan bermakna karena media televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien, efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut. Dengan media televisi wawasan dan ilmu pengetahuan seorang siswa dapat berkembang dengan pesat sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Banyak hal positif yang dapat diambil dari adanya media televisi ini yakni diantaranya seperti, informasi mengenai berita terkini, ilmu pengetahuan umum, Entertainmen/ hiburan, dan lain sebagainya.
Seorang siswa hendaknya selalu mengetahui informasi terkini yang terjadi didunia guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari siswa itu sendiri, yang dapat ia gunakan untuk mengembangkan dirinya dimasa yang akan datang, karena dengan informasi manusia dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, sedangkan untuk bidang entertainment/ hiburan, hal ini tentu saja berfungsi untuk mengurangi rasa penat atau rasa bosan pada setiap siswa didalam masa remajanya atau dalam masa-masa belajarnya, mengapa demikian? Karena setiap siswa yang sedang berkembang akan mengalami satu hal yang namanya ”bosan” dan hal ini perlu dicegah dengan kegiatan yang sifatnya menghibur/ refleksi yang dapat membuatnya selalu ”Fresh” dan berfikir positif, sehingga menjadikan ia selalu aktif dan kreatif.
Selain dari wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh siswa dari media televisi, keakraban antar keluarga akan tercipta sehingga membuat siswa merasa nyaman berada diantara keluarganya, karena keluarga juga merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan diri seorang siswa, selain hal itu orang tua juga dapat mendidik anak-anaknya dengan lebih mudah melalui media televisi dan orang tua tersebut lebih mudah memberikan pengarahan terhadap anak sehingga anak akan merasa tidak terbebani untuk memahami apa yang diinginkan oleh orangtuanya. Hal-hal tersebut merupakan salah satu yang dapat kita rasakan/ lihat dari segi positif dampak televisi terhadap siswa, tetapi selain itu banyak hal-hal negative yang dapat terjadi jika siswa telah terpengaruh oleh televisi, diantaranya adalah malas, mencontoh hal-hal yang tidak baik/ negatif seperti cara bergaul, berbicara, berpenampilan, serta pribadinya.
Malas adalah hal yang paling sering terjadi jika seorang siswa sudah terpengaruh oleh asyiknya menonton televisi sehingga melupakan belajarnya, dan hal ini merupakan hal yang sangat merugikan bagi siswa itu sendiri karena dengan bermalas-malasan dia tidak akan mendapatkan apa-apa dan apa yang ia cita-citakan dalam hidupnya, maka dari itu alangkah baiknya orang tua membatasi waktu menonton televisi dan menyaring tayangan yang sesuai dengan kebutuhan sang anak, selain malas pengaruh buruk televisi terhadap tingkah laku anak yakni mencontoh hal yang tidak seharusnya di contoh, misalkan anak usia dibawah lima tahun menonton tayangan televisi untuk orang dewasa, tentu hal ini sangat ”berbahaya” karena anak bisa dewasa sebelum dewasa, maksudnya adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa tidak seharusnya dicontoh oleh anak kecil, seperti Kekerasan, gaya hidup seperti berpenampilan, bergaul, dan gaya-gaya berbicara yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik, dan lain sebagainya. Hal ini juga memerlukan kontrol dari orang tua untuk tayangan yang sifatnya dewasa seperti itu. Jika hal negativ tersebut sudah terjadi maka selanjutnya dapat kita lihat kepribadian dari siswa itu sendiri akan berubah dan ”Kemungkinan” merugikan bagi semua pihak termasuk dirinya sendiri.
Kesimpulannya bahwa, setiap hal yang ada didunia ini pasti memiliki aturan dan pandangan yang berbeda yakni, baik dan buruk, begitupun dengan media televisi, yang selayaknya digunakan untuk hal yang baik tetapi tetap saja memiliki dampak yang tidak baik bagi sebagian orang dan atau fungsinya. Maka dari itu peranan orang tua untuk mendidik anak (siswa) sangatlah penting serta kesadaran dari siswa itu sendiri haruslah tinggi dan bertanggung jawab atas apa yang hendak ia lakukan dengan bimbingan dari guru dan kegiatan-kegiatan positif yang dia lakukan selama dia berada dilingkungan sekolah.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.
CONTOH PIDATO PENGARUH INTERNET TERHADAP REMAJA
Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.
Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negative.
Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah Warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”, Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya, saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya, dengan adanya Internet, Akses atau jalan terhadap penyampaian Informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.
Banyak Ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan Siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk Kriminalitas atau Asusila, siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah.
Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam didepan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.
Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.
Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.
CONTOH PIDATO SAMBUTAN PERPISAHAN KELULUSAN SEKOLAH
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya cintai.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama guna mengadakan acara perpisahan sekolah.
Para hadirin yang saya hormati, ijinkan saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka perpisahan ini.
Selama bersekolah, kami sebagai siswa sangat bangga dan berterima kasih dengan semua guru yang telah mengajar di sekolah ini, yang dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing kami. Berkat jerih payah semua guru, kami pun dapat lulus dari SMP ini.
Mudah-mudahan semua guru yang bertugas mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan yang baik dan diberi kebahagiaan selalu.
Juga untuk teman2 semua. Sungguh berat rasanya berpisah dengan kalian semua, karena kita sudah bersama2 selama 3 tahun ini. Tapi tetap saya juga mendoakan teman2 semua dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, baik ke SMA, ke SMK, ke STM maupun institusi pendidikan lainnya untuk dapat mencapai cita2 yang selama ini diangan2kan.
Akhir kata, saya mau mengucapkan sukses selalu buat teman2, doa saya menyertai teman2 semua...
Selamat siang,
Yang terhormat Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD, Victoria Istiningsih.
Yang terhormat Wakil Kepala Sekolah SMP Santa Ursula BSD Eusthasia Suwarti.
Yang terhormat guru-guru SMP Santa Ursula BSD.
Beserta seluruh murid SMP Santa Ursula BSD yang berbahagia.
Salam sejahtera
Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan YME atas segala karunia-Nya, Saya juga berterima kasih kepada guru-guru yang telah menyelenggarakan acara ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung acara ini.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengingat kembali, beberapa pola hidup yang kita lakukan dari penyebab globalisasi. Apakah globalisasi sangat berpengaruh dalam kehidupan kita? Saya berharap pada kesempatan kali ini kita semua menjadi tahu, seberapa besar pengaruh globalisasi dalam hidup kita. Saya juga berharap kita semua dapat menghadapi pengaruh globalisasi.
Di abad ke 21 ini, globalisasi menjadi hal yang biasa bagi kita. Globalisasi, berarti proses yang mendunia. Tentunya, semua aspek kehidupan merasakan pengaruhnya. Misalnya, di bidang transportasi. Setiap hari kita dapat melihat seluruh jalan raya dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotor. Contohnya mobil. Padahal, sebelum mobil ditemukan, biasanya orang akan berjalan kaki untuk menempuh suatu perjalanan, bahkan yang sangat panjang sekalipun. Selain di bidang transportasi, aspek kehidupan yang terkena dampak globalisasi adalah telekomunikasi. Saat ini hand phone adalah alat komunikasi yang sudah dimiliki oleh setiap orang. Selain hand phone, yang tak kalah penting adalah internet. Globalisasi seperti mengharuskan kita untuk memiliki komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet.
Di bidang kuliner, pengaruh globalisasi juga cukup besar. Makanan khas Barat menjadi sangat populer di seluruh dunia. Contohnya Pizza Hut, KFC, CFC, Hoka Hoka Bento, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan makanan khas dalam negri menjadi kurang diminati. Yang tak kalah penting, aspek kehidupan yang juga merasakan dampak globalisasi adalah fashion. Saat ini tren yang sangat mendunia adalah dari negara-negara barat. Jika orang Indonesia lebih memilih tren luar negri, siapakah yang akan melestarikan budaya Indonesia?
Bidang olahraga juga merasakan dampak globalisasi. Saat ini seluruh dunia sangat meminati pertandingan sepak bola, basket, bulu tangkis, dan lain sebagainya. Bukan hanya kegiatan olahraganya, alat-alat pendukung pun ikut merasakan dampak globalisasi. Contohnya sepatu. Sepatu menjadi alat pendukung yang sangat penting. Model dan bentuk sepatu pun harus disesuaikan dengan olahraganya.
Dari beberapa aspek yang saya sebutkan tadi, jelas bahwa globalisasi sangat berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Setiap orang memang dapat merasakan pengaruhnya. Sebagai warga masyarakat yang baik, kita harus bisa menghadapi pengaruh globalisasi. Kita harus bisa mengambil nilai-nilai positif dan membuang nilai-nilai negatifnya. Misalnya, dengan menyeleksi budaya asing yang masuk ke dalam negri kita. Kita harus bisa memilih budaya yang baik, yang tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di negri kita. Karena budaya dalam negri adalah ciri khas negri kita sendiri, yang harus kita jaga. Agar tidak kehilangan informasi, kita harus mengikuti perkembangan informasi dan teknologi.
Jadi ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi pengaruh globalisasi. Kita boleh merasakan pengaruhnya, namun kita harus mengambil dampak positifnya, dan membuang dampak negatifnya.
Semoga apa yang telah saya katakan tadi bermanfaat bagi kita semua yang ada disini. Saya berharap dengan adanya globalisasi ini semua orang dapat mengambil nilai positifnya. Terima kasih atas perhatian guru-guru, teman-teman, beserta kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMP Santa Ursula BSD. Sekian dan, selamat siang.
CONTOH PIDATO HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Saudara-saudara sekalian !Yang saya hormati Dosen Stai Darul Qalam Drs. Habibullah .Yang saya hormati mahasiswa/ mahasiswi Stai Darul Qalam .Alangkah bahagianya saya selaku menjabat sebagai ibu kepada Negara Indonesia, pada hari ini ! pada hari ini, kita merayakan hari pendidikan Nasional, yang bertempat dilapangan Istana Bogor pada tanggal 2 Mei 2007. Dengan memperingati Pendidikan Nasional semoga kita lebih semangat /bangkit untuk memajukan dan mencerdaskan pendidikan anak-anak bangsa agar berguna bagi bangsa, Negara dan Agama.Pertambahan anak umur sekolah yang cepat dan pertambahan lulusan tiap jenjang pendidikan yang besar, tapi tidak diikuti penambahan prasarana dan sarana pendidikan yang cepat dan memadai, menimbulkan masalah bagi pemerintah untuk memberikan “pendidikan dan pengajaran” pada semua warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh undang- undang Dasar.
Persoalan ini krusial mengingat beragamanya geografis nusantara yang luas dan terpencar dengan tingkat perkembangan sosial-ekonomi-kultural berbeda. Ketika itu untuk pertama kali pelaksanakan REPELITA dengan tekanan pada pembangunan ekonomi yang dipandang sebagai landasan bagi aspek- aspek lain dari pembangunan nasional. Dalam pembaruan pendidikan perhatian difokuskan pada upaya-upaya perbaikan dan peningkatan kualitas serta penataan kesempatan mendapat pendidikan. Mengenai yang terakhir ini sulitlah dicapai bila hanya melalui cara-cara konvesial yaitu memanfaatkan teknologi komunikasi dan teknologi ,informasi radio dan televisi. Pada tahun 2007 pemerintah telah menetapkan APBN untuk pendidikan sebesar 20% bagi SD, SLTP dan SLTA. Program dan kegiatan yang dilakukan tidak semata-mata atas dasar pertambahan jumlah gedung sekolah, guru, buku dan lain-lain. Alternatif yang didentifikasikan adalah :
1. Penambahan daya tampung SLP yang dilakukan baik dengan penambahan sekolah baru
2. Peningkatan daya tampung sekolah- sekolah swasta
3. Pengembangan sekolah terbuka dengan media korespodensi, modul, siaran radio, siaran televisi dan lain-lain
4. Pembukaan kursus- kursus ketrampilan praktis diluar sekolah sebagai jalur penyaluran kemasyarkat..
Ki Hajar Dewantara (1889-1959) seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat” tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada. Dewantara mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “ tri-nga”(tiga “nga-nga adalah huruf terakhir dalam abjad jawa ajisak). “Nga” pertama adalah ngerti” (memahami /aspek intelektual). “Nga kedua” adalah “ngrasa” adalah (merasakan aspek afeksi), dan “nga” ketiga adalah “nglakonin” (mengajarkan atau aspek psikomotorik). Merumuskan tujuan pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut Dewantara, adalah hak tiap orang untuk mengatur diri sendiri, oleh karena itu pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga. Pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang tepelajar dengan rakyat.Akhir sampai disini, semoga bangsa Indonesia lebih meningkatkan dan mencerdaskan serta menciptakan anak-anak didik yang produktif, kreatif, dan inovatif yang berguna bagi bangsa dan Negara, Menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan global.
CONTOH PIDATO PENGARUH TELEVISI TERHADAP SISWA
Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Televisi Terhadap Siswa”. Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh televisi dari segi positif dan negatif.
Bila kita melihat secara umum pengaruh televisi terhadap siswa memang tanpak sangat berguna dan bermakna karena media televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien, efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut. Dengan media televisi wawasan dan ilmu pengetahuan seorang siswa dapat berkembang dengan pesat sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Banyak hal positif yang dapat diambil dari adanya media televisi ini yakni diantaranya seperti, informasi mengenai berita terkini, ilmu pengetahuan umum, Entertainmen/ hiburan, dan lain sebagainya.
Seorang siswa hendaknya selalu mengetahui informasi terkini yang terjadi didunia guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari siswa itu sendiri, yang dapat ia gunakan untuk mengembangkan dirinya dimasa yang akan datang, karena dengan informasi manusia dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, sedangkan untuk bidang entertainment/ hiburan, hal ini tentu saja berfungsi untuk mengurangi rasa penat atau rasa bosan pada setiap siswa didalam masa remajanya atau dalam masa-masa belajarnya, mengapa demikian? Karena setiap siswa yang sedang berkembang akan mengalami satu hal yang namanya ”bosan” dan hal ini perlu dicegah dengan kegiatan yang sifatnya menghibur/ refleksi yang dapat membuatnya selalu ”Fresh” dan berfikir positif, sehingga menjadikan ia selalu aktif dan kreatif.
Selain dari wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh siswa dari media televisi, keakraban antar keluarga akan tercipta sehingga membuat siswa merasa nyaman berada diantara keluarganya, karena keluarga juga merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan diri seorang siswa, selain hal itu orang tua juga dapat mendidik anak-anaknya dengan lebih mudah melalui media televisi dan orang tua tersebut lebih mudah memberikan pengarahan terhadap anak sehingga anak akan merasa tidak terbebani untuk memahami apa yang diinginkan oleh orangtuanya. Hal-hal tersebut merupakan salah satu yang dapat kita rasakan/ lihat dari segi positif dampak televisi terhadap siswa, tetapi selain itu banyak hal-hal negative yang dapat terjadi jika siswa telah terpengaruh oleh televisi, diantaranya adalah malas, mencontoh hal-hal yang tidak baik/ negatif seperti cara bergaul, berbicara, berpenampilan, serta pribadinya.
Malas adalah hal yang paling sering terjadi jika seorang siswa sudah terpengaruh oleh asyiknya menonton televisi sehingga melupakan belajarnya, dan hal ini merupakan hal yang sangat merugikan bagi siswa itu sendiri karena dengan bermalas-malasan dia tidak akan mendapatkan apa-apa dan apa yang ia cita-citakan dalam hidupnya, maka dari itu alangkah baiknya orang tua membatasi waktu menonton televisi dan menyaring tayangan yang sesuai dengan kebutuhan sang anak, selain malas pengaruh buruk televisi terhadap tingkah laku anak yakni mencontoh hal yang tidak seharusnya di contoh, misalkan anak usia dibawah lima tahun menonton tayangan televisi untuk orang dewasa, tentu hal ini sangat ”berbahaya” karena anak bisa dewasa sebelum dewasa, maksudnya adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa tidak seharusnya dicontoh oleh anak kecil, seperti Kekerasan, gaya hidup seperti berpenampilan, bergaul, dan gaya-gaya berbicara yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik, dan lain sebagainya. Hal ini juga memerlukan kontrol dari orang tua untuk tayangan yang sifatnya dewasa seperti itu. Jika hal negativ tersebut sudah terjadi maka selanjutnya dapat kita lihat kepribadian dari siswa itu sendiri akan berubah dan ”Kemungkinan” merugikan bagi semua pihak termasuk dirinya sendiri.
Kesimpulannya bahwa, setiap hal yang ada didunia ini pasti memiliki aturan dan pandangan yang berbeda yakni, baik dan buruk, begitupun dengan media televisi, yang selayaknya digunakan untuk hal yang baik tetapi tetap saja memiliki dampak yang tidak baik bagi sebagian orang dan atau fungsinya. Maka dari itu peranan orang tua untuk mendidik anak (siswa) sangatlah penting serta kesadaran dari siswa itu sendiri haruslah tinggi dan bertanggung jawab atas apa yang hendak ia lakukan dengan bimbingan dari guru dan kegiatan-kegiatan positif yang dia lakukan selama dia berada dilingkungan sekolah.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.
CONTOH PIDATO PENGARUH INTERNET TERHADAP REMAJA
Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.
Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negative.
Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah Warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”, Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya, saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya, dengan adanya Internet, Akses atau jalan terhadap penyampaian Informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.
Banyak Ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan Siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk Kriminalitas atau Asusila, siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah.
Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam didepan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.
Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.
Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.
Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.
CONTOH PIDATO SAMBUTAN PERPISAHAN KELULUSAN SEKOLAH
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya cintai.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama guna mengadakan acara perpisahan sekolah.
Para hadirin yang saya hormati, ijinkan saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka perpisahan ini.
Selama bersekolah, kami sebagai siswa sangat bangga dan berterima kasih dengan semua guru yang telah mengajar di sekolah ini, yang dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing kami. Berkat jerih payah semua guru, kami pun dapat lulus dari SMP ini.
Mudah-mudahan semua guru yang bertugas mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan yang baik dan diberi kebahagiaan selalu.
Juga untuk teman2 semua. Sungguh berat rasanya berpisah dengan kalian semua, karena kita sudah bersama2 selama 3 tahun ini. Tapi tetap saya juga mendoakan teman2 semua dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, baik ke SMA, ke SMK, ke STM maupun institusi pendidikan lainnya untuk dapat mencapai cita2 yang selama ini diangan2kan.
Akhir kata, saya mau mengucapkan sukses selalu buat teman2, doa saya menyertai teman2 semua...
Minggu, 04 April 2010

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
LOLONG, SENSASI DURIAN BERANEKA RASA
(SEBUAH MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA ALAM DI KABUPATEN PEKALONGAN)
BIDANG KEGIATAN:
PKM GAGASAN TULIS
Diusulkan Oleh :
1. Burhanudin 2201407112 Angkatan 2007
2. Fajar Gitaningrum 2201407122 Angkatan 2007
3. Laili Nur Wahidah 2201407115 Angkatan 2007
4. Ika Martyana H. 4101409055 Angkatan 2009
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2010
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul Kegiatan : Durian Lolong, Sensasi Durian Beraneka Rasa
( Sebuah Model Pengembangan Desa Wisata Durian di Kabupaten Pekalongan)
2. Bidang kegiatan : ( ) PKM-AI ( x ) PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama : Burhanudin
b. NIM : 2201407112
c. Jurusan : Bahasa Inggris
d. Universitas : UNNES
e. Alamat :
4. Anggota Pelaksana : 3 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama : Bambang Purwanto, S.S., M.Hum
b. NIP : 197807282008121
c. Alamat : JL Cinde Utara VI/21 A Semarang,
d. Telepon : 081390223561
Semarang, 24 Maret 2010
Menyetujui
Pembantu Dekan Ketua Pelaksana
Bidang Kemahasiswaan FBS
(Drs. Dewa Made Kartadinata, M.Pd.) (Burhanudin)
NIP. 195111181984031001 NIM. 2201407112
Pembantu Rektor Bidang Dosen Pendamping
Kemahasiswaan
(Dr. Masrukhi, M.Pd.) (Bambang Purwanto, S.S., M.Hum)
NIP. 19620508 198803 1002 NIP.197807282008121001
KATA PENGANTAR
Totalitas kesyukuran senantiasa dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Ny, teriring sholawat dan salam untuk sang teladan seluruh manusia, Muhammad SAW.
Dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan terimakasih atas dukungan seluruh pihak sampai dengan selesainya penulisan karya tulis ini. Secara khusus, kepada Bambang Purwanto, S.S, M.Hum selaku pembimbing atas segala masukan dan motivasinya, juga kepada pihak-pihak sebagai berikut.
1. Prof. Dr. Rustono, M.Hum, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni.
2. Drs. Dewa Made Kartadinata, M.Pd, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS
3. Ayah dan Ibu tercinta serta keluarga.
4. Rekan sahabat seperjuangan.
5. Pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada mereka.
Tentunya kritik dan saran yang objektif dan membangun merupakan kontribusi mulia yang akan senantiasa dikenang oleh generasi yang akan datang.
Semarang, Maret 2010
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul ..i
Lembar Pengesahan ..ii
Kata Pengantar ..iii
Daftar Isi ..vi
Ringkasan ..v
PENDAHULUAN
Latar Belakang ................................................................................ 1
Rumusan Masalah ........................................................................... 2
Tujuan Penulisan ............................................................................. 2
Manfaat Penulisan ........................................................................... 2
TELAAH PUSTAKA
Pengembangan Industri olahraga....................................................... 3
Kawasan Kaligua............................................................................... 5
Analisis SWOT ................................................................................. 6
BABMETODE PENULISAN
Pendekatan Ilmiah..... ..................................................................... 8
Data dan Sumber Data....................................................................... 8
Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 8
Prosedur Penyusunan Karya Tulis .................................................. 8
ANALISIS DAN SINTESIS
Potensi pengembangan Kaligua menjadi kawasan pengembangan olahraga berbasis pariwisata (sport and tourism center) di Kabupaten Brebes.............................................................................................. 9
Strategi pengembangan Kaligua menjadi kawasan pengembangan olahraga berbasis pariwisata (sport and tourism center) di Kabupaten Brebes................................................................................................ 11
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan............................................................................................. 15
Saran ...................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 16
LAMPIRAN............................................................................................. viii
RINGKASAN
Daimatul Munajah. 2009. Strategi Pengembangan Kaligua menjadi Kawasan Pengembangan Olahraga Berbasis Pariwisata (Sport and Tourism Center) di Kabupaten Brebes. PKM-GT. Pembimbing : Bambang Purwanto, S.S, M.Hum.
Olahraga memiliki peran strategis terhadap pembinaan fisik bagi kesehatan manusia. Pengembangan dunia olahraga membutuhkan dukungan fasilitas sarana dan prasarana penunjang olahraga. Namun, keberadaan sarana olahraga di Indonesia masih sangat terbatas.
Pada sisi lain, Kabupaten Brebes terdapat kawasan Kaligua yang merupakan perkebunan teh dan kawasan wisata agro dataran tinggi. Dalam konteks pengembangan sarana olahraga luar ruang, Kaligua memiliki potensi strategis bagi pengembangan olahraga seperti sepak bola, voli, para layang, climbing, sampai dengan bilyard. Kawasan ini dapat pula menjadi salah satu daerah potensial bagi pengembangan pariwisata olahraga di Jawa Tengah.
Rumusan masalah yang dikaji dalam karya tulis ini adalah Bagaimana potensi serta strategi pengembangan Kaligua menjadi kawasan pengembangan olahraga berbasis pariwisata (sport and tourism center) di Kabupaten Brebes?
Tujuan penulisan adalah mendeskripsi potensi pengembangan Kaligua menjadi kawasan pengembangan olahraga berbasis pariwisata (sport and tourism center) di Kabupaten Brebes serta mendeskripsi strategi pengembangan Kaligua menjadi kawasan pengembangan olahraga berbasis pariwisata (sport and tourism center) di Kabupaten Brebes.
Telaah pusataka yang dirujukan mencakup paparan tentang pengembangan industri olahraga , kawasa Kaligua, serta Analisis SWOT.
Metode yang digunakan dalam penulisan adalah metode deskriptif berdasarkan kajian pustaka yang diharapkan dapat memberikan gambaran secara jelas dan cermat mengenai objek kajian. Sumber data meliputi (1) jurnal ilmiah, (2) buku-buku yang relevan dengan topik penulisan, (3) karya tulis ilmiah, dan (4) rujukan dari internet.
Analisis dan sintesis berisi deskripsi tentang (1) Potensi pengembangan Kaligua menjadi kawasan pengembangan olahraga berbasis pariwisata (sport and tourism center) di Kabupaten Brebes yakni Pengembangan olahraga permainan, olahraga atletik, olahraga rekreasi, olahraga Air, dan Training Center atlet (2) Strategi pengembangan Kaligua menjadi kawasan pengembangan olahraga berbasis pariwisata (sport and tourism center) di Kabupaten Brebes meliputi strategi analisis SWOT yang dijabarkan melalui strategi S-O, S-T, W-O, dan W-T
Paparan mengenai Potensi pengembangan Kaligua menjadi kawasan pengembangan olahraga berbasis pariwisata (sport and tourism center) di Kabupaten Brebes dapat dijadikan solusi berkenaan dengan pengembangan industri olahraga dan pariwisata di Kabupaten Brebes serta merealisasikan pengembangan industri olahraga berbasis pariwisata guna peningkatan taraf hidup masyarakat dan pembinaan dunia keolahragaan di Indonesia.
Kata Kunci: strategi pengembangan, kaligua, sport and tourism center
Lampiran I
BIODATA DOSEN PENDAMPING
Nama : Bambang Purwanto, S.S., M.Hum.
NIP : 197807282008121001
Jabatan Struktural : Dosen Bahasa Inggris
Fakultas/jurusan : FBS/ Bahasa dan Sastra Inggris
Perguruan Tinggi : UNNES
Alamat : JL Cinde Utara VI/21 A Semarang, Telepon 081390223561
BIODATA PENULIS
1. Nama : Daimatul Munajah
TTL : Rembang, 8 Februari 1989
NIM : 2201407121
Prodi : Pendidikan Bahasa Inggris
Jurusan : Bahasa dan Sastra Inggris
Daftar Publikasi :
1) Kereta Api Sebagai Ruang Sosialisasi Kebijakan Publik (Juara 3 Bidang Material, energi dan Lingkungan, LKTIP Jateng, 2008)
2) Pemanfaatan Sepak Bola sebagai Media Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV SDN Sridadi I Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes (Finalis LKIO Menpora 2008)
3) Pemimpin Muda, Kenapa Eggak??? (Juara 2 Ling Art Essay Competition 2008)
4) Trans Toilet sebagai Solusi cepat defekasi sehat (Juara 1 Bidang Mipa KKTM-GT Bidang Mipa, FBS Unnes, 2009)
2. Nama : Saeful Aziz
NIM : 2101406667
Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas : UNNES
Alamat : Jl. Candi Arca Wanatirta Paguyangan Brebes
Daftar Publikasi :
1. Trans Toilet sebagai Solusi cepat defekasi sehat (Juara 1 Bidang Mipa KKTM-GT Bidang Mipa, FBS Unnes, 2009)
2. Studi ML (Musik Lapar) sebagai alternatif Pemberdayaan Ekonomi Mahasiswa (Juara 1 bidang Sosial KKTM-GT FBS UNNES 2009)
3. Nama : M. Nasir A.
NIM : 2150405002
Fakultas/Program studi : Bahasa dan Seni/ Sastra Indonesia Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang
1. Pengaruh Sepak Bola terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV SDN Sridadi I Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, (Finalis Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian, 2007)
2. Saatnya Pemuda Potong Generasi Negeri Ini (Lomba Artikel Kepemudaan Menpora, 2006)
3. Lampu Perangkap sebagai Metode Pemberantasan Hama pada Tanaman Bawang Merah (Juara 1 KKTM Bidang IPA tingkat FBS, 2008)
4. Kereta Api sebagai ruang sosialisasi kebijakan publik (Juara 3 Bidang Material, energi dan Lingkungan, LKTIP Jateng, 2008)
5. Spanduk Reklame Warung dan Visualisasi pada Body Kendaraan Umum Sebagai Media Sosialisasi Pemilu (Juara 2 Bidang sosial OIM Jurusan BSI, 2008).
6. Pemanfaatan Sepak Bola sebagai Media Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV SDN Sridadi I Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes (Finalis LKIO Menpora 2008)
7. Studio Musik Lapar sebagai alternatif pemberdayaan ekonomi mahasiswa (Juara 1 Bidang Sosial Ekonomi KKTM-GT, FBS, 2009)
8. Trans Toilet sebagai Solusi cepat defekasi sehat (Juara harapan 1 Mahasiswa Berprestasi FBS Unnes, 2009)
Lampiran 2
KAWASAN KALIGUA
Gambar 1: Lokasi Kawasan Desa Lolong
Langganan:
Postingan (Atom)
